Tolak Putusan Hakim, Warga Adat Aru Rusak Kantor Pengadilan Negeri Dobo

Baca Juga

AMBON,KAMPIUN.CO.ID-Sidang putusan perdata sengketa lahan antara warga adat desa Marafenfen, Kecamatan Aru Selatan dan Lanud Aru yang berlangsung di Pengadilan Negeri Dobo, Kabupaten Kepulauan Aru, Maluku berakhir bentrok, Rabu (17/11/2021).

Bentrokan terjadi setelah majelis hakim memutuskan memenangkan pihak Lanud Aru atas kepemilikan sebidang lahan yang disengketakan kedua belah pihak.

Warga yang tidak terima dengan putusan hakim lantas mengamuk dan merusak kantor pengadilan dengan cara melemparinya dengan batu. Mereka juga menyampaikan kekesalannya sambil mengutuk putusan pengadilan.

Dalam bentrokan itu, warga adat ini juga bersitegang dengan aparat TNI Polri yang mengamankan jalannya sidang tersebut. Akibatnya aparat terpaksa menggunakan meriam air untuk membubarkan massa.

Dalam bentrokan itu, aparat TNI Polri juga harus mengevakuasi majelis hakim dengan mobil keluar dari kantor pengadilan.

Salah satu warga desa Marafenfen , Oca Daelagoy mengatakan putusan hakim sangat tidak adil dan merugikan masyarakat adat.

“Kami tidak terima dengan putusan hakim, karena itu sangat tidak adil,” katanya kepada kampiun.co.id saat dihubungi dari Ambon.

Dia mengaku lahan yang disengketakan antara warga dengan TNI AU itu seluas 689 hektare. Lahan itu berada di Desa Marefen, Kecamatan Aru Selatan.

Baca Juga :   Warga Sirisori Amalatu Tewas di Tangan Penembak Misterius

“Itu diambil TNI AU pada tahun 1991. Jadi dulu itu mereka dating langsung ukur patok dan langsung merampas tanah itu,” ujarnya.

Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Muhamad Roem Ohoitrat yang dikonfirmasi Kampiun.co.id membenarkan
adanya bentrokan dalam sidang putusan sengketa lahan yang terjadi di Pengadilan Negeri Dobo.

“Betul. Itu karena warga tidak terima dengan putusan pengadilan terkiat sengeketa tanah antara warga di sana dengan Angkatan Laut yang sudah memiliki tanah itu dengan sertifikat. Mereka kalah di pengadilan lalu mereka bikin aksi,” kata Roem.

Baca Juga :   25 ABK KM Hentri yang Hilang di Laut Maluku Diduga Telah Meninggal Dunia

Ia mengakui dalam bentrokan itu, warga ikut merusak kantor Pengadilan Negeri Dobo. “Betul ada pengrusakan. Jadi kaca-kaca kantor rusak karena dilempari,” ujarnya.

Terkiat bentrokan itu, Roem mengaku belum mengetahui apakah ada warga yang ditahan atau tidak. Dia juga belum mendapat laporan terkait korban luka dari pihak aparat maupun dari warga yang melakukan protes.

“Sampai sekarang belum ada laporan ada aparat yang luka, termasuk yang ditangkap juga belum dapat laporan,” uajrnya. (KPL)

Berita Terkini

Seleksi CPNS, 19 Nama Putra Daerah Maluku Dikirim ke Kejagung RI

AMBON,KAMPIUN.CO.ID-Sebanyak 19 nama Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkup Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) Tahun 2021 khusus...

Berita Terkait