Terapi Pasien Dengan Musik, AMO Kembangkan Program Music For Healing

Baca Juga

AMBON,KAMPIUN.CO.ID-Setelah sukses menyelaraskan musik dengan alam lewat Sound Of Green (SoG) yang mendapat apresiasi di tingkat nasional, kini Ambon Music Office (AMO) kembali membuat terobosan baru dengan kegiatan “Music For Healing”.

Direktur AMO, Rhony Loppies menjelaskan, Music For Healing adalah kegiatan yang dilaksanakan AMO dengan membuat “irisan” antara kota kreatif berbasis musik dengan kesehatan.

“Dalam program ini AMO bekerjasama dengan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Maluku dan penjajakan di dua rumah sakit yang ada di Kota Ambon, yakni RSUD Dr. Haulussy dan RSUP Dr. Leimena,” ungkapnya dalam keterangan tertulis yang dirilis Media Center Pemkot Ambon, Selasa (16/11/2021),.

Dia menjelaskan, inti dari program Music For Healing adalah bagaiamana musik dengan frekuensi tertentu dapat menjadi alat terapi penyembuhan bagi pasien, sebab frekuensi dari musik diketahui dapat “memukul” frekuensi diri dari pasien.

“Ada waktu – waktu tertentu pasien dikumpulkan di suatu tempat dan diberi perlakuan musik sebagai alat terapi, bisa lewat paduan suara, solo, maupun instrumentalia, dan bunyi-bunyian yang frekuensinya tidak merusak, mungkin saja tidak perlu menggunakan sound system, tapi menyanyi langsung,” jelasnya.

Dikatakan, saat pandemi Covid-19 ada banyak frekuensi rendah di Rumah Sakit dan Puskesmas, berupa kecemasan, ketakutan, kepanikan dan stress yang membuat kondisi pasien menurun.

Baca Juga :   Sosok Ideal Sekretaris Kota di Mata Wali Kota Ambon  

“Kondisi inilah yang seharusnya kita ubah di Kota kreatif berbasis musik, bagaimana jika pasien diberi sajian musik dengan intensitas yang baik, dengan volume dengan frekuensi yang tepat dengan frekuensi dirinya sebagai upaya penyembuhan atau pemulihan,” bebernya.

Menurut Loppies, penggunaan musik sebagai alat terapi pasien sudah banyak diimpelentasikan di luar negeri, dengan menyesuaikan frekuensi masing – masing pasien.

Baca Juga :   Wali Kota Ambon Jamin Seleksi Sekot Bebas Intervansi Politik

“Yang saya tahu masing – masing penyakit memiliki frekuensi untuk sembuh, seperti untuk penyakit jantung ada di frekuensi berapa, dalam perlakuan musik harus kita mengukur itu tapi minimal secara umum ada unsur terhibur, keluar dari ketakuan, dan stress,” tandasnya.

Dia berharap Program Music For Healing ini dapat dilaksanakan dalam waktu dekat, selain untuk membantu pasien yang dirawat di Rumah Sakit, juga sebagai inovasi dan terobosan yang dilakukan dalam menjaga ekosistem bermusik di kota Musik. (KPL)

Berita Terkini

Seleksi CPNS, 19 Nama Putra Daerah Maluku Dikirim ke Kejagung RI

AMBON,KAMPIUN.CO.ID-Sebanyak 19 nama Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkup Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) Tahun 2021 khusus...

Berita Terkait