Tak Panik, Mansyur Tuharea Tetap Melempar Senyum Saat Digiring Menuju Mobil Tahanan

Baca Juga

AMBON,KAMPIUN.CO.ID-Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) Mansyur Tuharea resmi ditahan penyidik Kejaksaan Tinggi Maluku, Rabu (10/11/2021).

Manyur yang telah ditetapkan sebagai tersangka ini ditahan terkait kasus dugaan korupsi anggaran belanja langsung pada Sekretariat Daerah Tahun 2016-2017 senilai Rp 8,5 miliar.

Mansyur resmi ditahan setelah menjalani pemeriksaan lebih dari enam jam lamanya oleh penyidik Kejati Maluku sejak Pukul 11.00 WIT hingga Pukul 17.30 WIT.

Setelah diperiksa, Masnyur langsung dibawa petugas dari ruang pemeriksaan menuju mobil tahanan yang sudah parkir di halaman kantor Kejati Maluku.

Berdasarkan pantauan di kantor Kejati Maluku, Mansyur yang mengenakan baju batik cokelat dengan rompi tahanan ikut didampingi kuasa hukumnya Fahri Bachmid saat dibawa petugas menuju mobil tahanan.

Saat itu Mansyur hanya melemparkan senyum khasnya dan tidak menutupi wajahnya seperti layaknya tersangka korupsi lainnya.

Sejumlah wartawan sempat melemparkan pertanyaan saat Mansyur dibawa petugas, namun Mansyur hanya menanggapinya dengan senum.

“Nanti Tanya ke kuasa hukum saja,” kata Mansyur sambil tersenyum.

Kuasa hukum tersangka, Fahri Bachmid yang dimintai tanggapannya soal penahanan kliennya itu mengaku sangat menghargai proses hukum yang sedang berjalan.

“Jadi kami sangat menghargai proses hukum sebagaimana mestinya. Kami berharap agar berkas perkaranya segera dilimpahkan ke pengadilan, tadi juga penyidik sudah berjanji akan dalam waktu tidak terlalu lama berkas perkaranya segera dilimpahkan ke pengadilan,” ungkapnya.

Baca Juga :   Jaksa Geledah Ruangan Sekda SBB, Sejumlah Dokumen Disita

Fahri mengaku meski kliennya telah ditetapkan sebagai tersangka, namun hal itu bukan berarti Mansyur telah bersalah. Sebab pembuktian keterlibatan Mansyur dalam kasus tersbeut hanya bisa dilakukan di pengadilan.

“Prinsipnya kita harus menjunjung asas praduga tak bersalah, yang dilakukan penyidik hari ini (penahanan)  adalah kewenangannya tapi soal yang bersangkutan bersalah atu tidak akan kita buktikan di pengadilan,” katanya.

Baca Juga :   Sekda SBB: Sebelum Agustus, Pekerjaan Rumah Rusak Akibat Gempa Selesai

Sebelumnya, empat tersangka dalam kasus ini telah lebih dulu dijebloskan ke Lapas Kelas II A Ambon pada Snein (8/11/2021) dua hari lalu.

Keempat tersangka yang ditahan itu yakni mantan caretaker bupati SBB Ujir Halid, eks Kepala bagian Keuangan Ampi Niak dan mantan Bendahara Setda SBB Rafael Tamu serta Adam Pattisahusiwa. (KPL)

Berita Terkini

Seleksi CPNS, 19 Nama Putra Daerah Maluku Dikirim ke Kejagung RI

AMBON,KAMPIUN.CO.ID-Sebanyak 19 nama Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkup Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) Tahun 2021 khusus...

Berita Terkait