Kasus Dugaan KorupsiDPRD Kota Ambon, Jaksa Kembali Periksa 4 Saksi

Baca Juga

AMBON,KAMPIUN.CO.ID-Upaya mengungkap kasus dugaan penyimpangan anggaran di DPRD Kota Ambon tahun 2020 senilai Rp 5,3 miliar terus dilakukan penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Ambon.

Buktinya penyidik Kejari Ambon kembali memanggil lima orang saksi untuk dimintai keterangannya terkait kasus tersebut, Senin(22/11/2021).

Kelima saksi yang dipanggil untuk dimintai keterangann ya itu yakni Kasubbag Keuangan Setwan Kota Ambon, JT, PPTK Perda Makan Minum, CP, PPK Perjalanan Dinas EL, staf bagian keuangan Setwan DPRD Kota Ambon, HT dan mantan sekwan DPRD Kota Ambon ES.

Adapun dari lima saksi yang dipanggil untuk dimintai keterangannya tersebut, hanya empat ornag yang dating memenuhi panggilan, sedangkan mantan Sekwan Ambon ES memilih mangkir dari panggilan penyidik.

“Dari lima saksi yang dipanggil hanya empat saksi yang dating untuk dimintai keterangan sedangkan ES tak datang,” ungkap Kasi Intel Kejari Ambon, Djino Talakua kepada wartawan, Senin.

ES saat ini menjabat sebagai Asisten I Wali kota Ambon. Ia mangkir dari panggilan penyidik tanpa alas an yang jelas.

“Untuk ES tidak datang, dan tak ada alas an.” Katanya.

Djino mengaku kehadiran para saksi untuk memberikan keterangan kepada penyidik sangat dibutuhkan untuk mengungkap kasus tersebut. Sebab keterangan para saksi akan sangat membantu tim penyelidik dalam menggungkap kasus yang saat ini telah masuk dalam dalam tahap penyelidikan itu.

Baca Juga :   Pj Kades Tahalupu Diduga Tilep Dana BLT Covid-19

“Ini masih penyelidikan tentu jadi kepentingan penyelidik dalam melaksanakan rangkaian penyelidikan untuk mengungkap ada atau tidaknya dugaan perbuatan pidana atas kasus tersebut,” jelas Djino.

Sebelumnya, penyidik Kejari Ambon juga telah memeriksa sejumlah pegawai Sekretariat Dewan kota Ambon termausk Sekwan saat ini. Tecatat ada Sembilan ornag yang sebleumnya telah dimintai keterangannya terkait kasus tersebut.

Baca Juga :   Geledah Kantor Desa, Jaksa Sita Sejumlah Dokumen Terkait Dugaan Korupsi ADD Senilai Rp 2 Miliar

Untuk diketahui, kasus dugaan penyimpangan anggaran di DPRD Ambon ditangani Kejari Ambon berkat adanya temuan BPK RI pada Tahun 2020. Dalam temuan BPK ada dana senilai Rp 5,3 miliar yang diduga bermasalah dan tidak bisa dipertanggung jawabkan. (KPL)

Berita Terkini

Seleksi CPNS, 19 Nama Putra Daerah Maluku Dikirim ke Kejagung RI

AMBON,KAMPIUN.CO.ID-Sebanyak 19 nama Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkup Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) Tahun 2021 khusus...

Berita Terkait