Jaksa Limpahkan Berkas 3 Tersangka Korupsi KMP Masela ke Pengadilan Ambon

Baca Juga

AMBON,KAMPIUN.CO.ID-Tim jaksa penuntut umum Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku melimpahkan berkas perkara tiga terdakwa kasus dugaan korupsi KMP Marsela ke Pengadilan Tipikor Ambon, Rabu (24/11/2021).

Berkas tiga tersangka yang dilimpahkan ke penyidik ke Pengadilan Tipikor Ambon itu yakni berkas milik tersangka LT, BTR dan JJL.

“Hari ini berkas tiga tersangka dugaan penyimpangan pengelolaan KMP Marsela telah dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor,” kata Kepala Seksi Penerangan, Hukum dan Humas Kejati Maluku, Wahyudi Kareba kepada wartawan, Rabu.

Menurutnya pelimpahan berkas perkara ketiga tersangka itu dilakukan setelah penuntut umum merampungkan surat dakwaan perkara dugaan korupsi anggaran pengelolaan KMP Marsela tahun 2016 dan 2017.

Tersangka LT diketahui merupakan mantan Pelaksana tugas (Plt) Direktur PT Kalwedo. Sedangkan BTR adalah mantan Direktur PT. Kalwedo yang menggantikan LT. Adapun tersangka JJL saat itu menjabat Direktur Keuangan.

PT Kalwedo sendiri merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik pemerintah kabupaten Maluku Barat Daya yang mengelola operasional KMP Marsela.

Untuk diketahui, dugaan kasus korupsi KMP Marsela terungkap dari Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) Pemda MBD kepada PT Kalwedo untuk mencairkan dana Rp 10 miliar.

Baca Juga :   Jajaki Kerjasama Perdata dan TUN, Direktur PTPN Temui Kajati Maluku

Dari total dana penyertaan modal tersebut, PT. Kalwedo hanya menerima Rp 1,5 miliar. Sisanya diduga masuk ke kantong pribadi sejumlah pejabat di PT. Kalwedo.

Dana yang masuk ke PT Kalwedo tertuang dalam SP2D nomor 0776/SP2D/BUDl/IV/2016, tanggal 25 April 2016 sebesar Rp 1,5 miliar.

Dana itu di transfer Pemda Maluku Barat Daya ke nomor rekening milik PT Kalwedo pada Bank Maluku cabang Wonreli.

KMP Marsela sendiri telah mengalami kerusakan dan sudah tidak lagi beroperasi sejak 2016. Meski begitu, terindikasi sejumlah pejabat di PT. Kalwedo menjadikan kondisi ini untuk menikmati dana subsidi dari Kementerian Perhubungan.

Baca Juga :   Kasus Korupsi Taman Kota di Saumlaki, Kejati Tetapkan 4 Tersangka  

Untuk tetap mendapatkan dana subsidi, oknum pejabat PT Kalwedo membuat laporan palsu pelayaran KMP Marsela.

Berdasarkan hasil perhitungan BPKP Maluku kerugian Negara dalam kasus itu mencapai Rp 2,1 miliar. (KPL)

Berita Terkini

Seleksi CPNS, 19 Nama Putra Daerah Maluku Dikirim ke Kejagung RI

AMBON,KAMPIUN.CO.ID-Sebanyak 19 nama Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkup Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) Tahun 2021 khusus...

Berita Terkait