Geger Kasus Video Porno, Dirkrimsus: Kita Masih Pelajari Dulu

Baca Juga

AMBON,KAMPIUN.CO.ID-Direktoirat Reserse Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Maluku memastikan proses hukum terhadap kasus video porno yang melibatkan seorang selebgram asal Ambon, VWS dan kekasihnya JP belum dilakukan.

Meski kedua pemeran utama dalam video syur itu telah menjalani pemeriksaan di unit Siber Ditkrimsus Polda Maluku lebih dari lima jam lamanya, namun pasangan kekasih itu akhirnya dikembalikan ke orangtuanya.

Direktrur Krimsus Polda Maluku, Kombes Pol Eko Santoso mengatakan sejauh langkah hukum untuk memproses kedua pemeran video syur itu masih dipelajari.

“Kita belum mengambil langkah (proses hukum) kita masih pelajari dulu,” kata Eko kepada Kampiun.co.id saat dikonfirmasi via telepon seluler, Rabu (17/11/2021).

Eko mengakui dalam kasus yang menghebohkan warga itu, terdapat unsur pidana yang dilakukan kedua pemeran video syur tersebut. Meski begitu pihaknya juga mempertimbangkan pendekatan lain melalui Restorative Justice dalam penanganan kasus tersebut.

Restorative Justice merupakan alternatif dalam sistem peradilan pidana dengan mengedepankan pendekatan integral antara pelaku dengan korban dan masyarakat sebagai satu kesatuan untuk mencari solusi serta kembali pada pola hubungan baik dalam masyarakat.

Kendati begitu, tidak ada satu pun ketentuan yang secara tersurat mengatur pendekatan restorative justice dalam menyelesaikan tindak pidana di tingkat penyidikan.

Baca Juga :   Dendam Lama Jadi Pemicu Remaja Putri Aniaya Seorang Perempuan di Galunggung

“Unsur pidananya ada tapi kita juga kan ada restoratif justice itu, makanya kita masih pelajari karena orangtuanya mau mengawainkan mereka,” ujarnya.

“Intinya kita belum mengambil langkah kita masih pelajari apakah bisa atau tidak seperti itu (restorasi justice), kita pelajari dulu,” tambahnya.

Eko sendiri mengakui kasus tersebut mendapat sorotan dan perhatian luas di masyarakat. Sehingga polisi akan mempertimbangkan penanganan kasus itu dengan baik agar polisi tidak disalahkan.

“Ia (disalahkan). Makanya itu kita pelajari apakah bisa gitu kan kita pelajari dulu memang ada di situ, ada restoratif jastis apakah bisa,” katanya.

Baca Juga :   Video Viral Seorang Cewak ABG Dihajar Jatuh Bangun, Teman-teman Pelaku Bukannya Melerai Malah Merekam

Terkait dengan restorative justice, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga telah menerbitkan surat telegram yang berisi tentang pedoman penanganan perkara tindak kejahatan siber yang menggunakan UU ITE. Surat telegram itu terbit pada 22 Februari 2021.

Lewat telegram, Kapolri menyatakan tindak pidana yang dapat diselesaikan dengan cara restorative justice yaitu kasus-kasus pencemaran nama baik, fitnah, atau penghinaan. Ia pun meminta penyidik Polri tidak melakukan penahanan.

Sementara itu, tindak pidana yang mengandung unsur SARA, kebencian terhadap golongan atau agama dan diskriminasi ras dan etnis, serta penyebaran berita bohong yang menimbulkan keonaran tidak dapat diselesaikan dengan restorative justice.

Dalam penanganan perkara, Kapolri pun menginstruksikan seluruh kapolda agar gelar perkara dilaksanakan secara virtual kepada Kabareskrim up Dirtipidsiber dalam setiap tahap penyidikan dan penetapan tersangka.

Diberitakan sebelumnya, VWS da JP diperiksa polisi setelah video porno yang diperankan keduanya secara live di media sosial beredar luas hingga menghebohkan warga.

Baca Juga :   Soal Video Joget Istri Gubernur, Pemprov Maluku: Itu Video Lama, Sebelum PPKM

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan terungkap VWS dan JP membuat video tersbeut di Hotel Story di Kota Ambon pada 12 November 2021 lalu.

Saat itu kedua pelaku dalam keadaan sadar dan tidak dipengaruhi oleh minuman keras atau narkoba. Polisi telah menyita barang bukti berupa hanphone yang digunakan kedua pelaku untuk membuat video tersebut.

Adapun selebgram VWS diketahui bekerja di sebuah perusahan swasta, sedangkan JP diketahui berstatus sebagai mahasiswa di salah satu satu perguruan tinggi diKota Ambon.

Polisi menyebut keduanya membuat video tersebut hanya untuk bersenang-senang dan bukan untuk kepentingan komersial. (KPL)

Berita Terkini

Seleksi CPNS, 19 Nama Putra Daerah Maluku Dikirim ke Kejagung RI

AMBON,KAMPIUN.CO.ID-Sebanyak 19 nama Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkup Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) Tahun 2021 khusus...

Berita Terkait