Dugaan Korupsi Belanja Langsung Setda SBB, 5 Orang Jadi Tersangka

Baca Juga

AMBON,KAMPIUN.CO.ID-Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku menetapkan lima orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi belanja langsung di Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Maluku Tahun 2016 senilai Rp 18 miliar.

Lima orang yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus itu yakni UH, MT, RT, AP dan AN.

Kepala Seksi Penerangan Hukum dan dan Humas Kejati Maluku, Wahyudi Kareba mengatakan penetapan kelima tersangka itu dilakukan setelah tim penyidik Kejati Maluku melakukan serangkaian pemeriksaan saksi dan mengumpulkan barang bukti dalam kasus tersebut.

“Hari ini perlu kami sampaikan bahwa Kejati Maluku telah menetapkan lima orang tersangka dalam kasus dugaan korupsi belanja langsung di Setda Seram Bagian Barat. Mereka adalah UH, MT, RT, AP dan AN,” kata Wahyudi kepada Kampiun.co.id di runag kerjanya, Rabu (3/11/2021).

Penetapan kelima tersangka dalam kasus tersebut  setelah tim penyidik menemukan adanya bukti keterlibatan mereka dalam kasus tersebut.

Menurut Wahyudi dari hasil audit yang dilakukan Inspektorat Provinsi Maluku, ditemukan adanya kerugian Negara sebesar Rp 8 miliar.

“Dari hasil audit Inspektorat Maluku ditemukan adanya kerugian sebesar Rp 8 miliar,” ujarnya.

Meski telah menetapkan lima orang sebagai tersangka, namun Wahyudi belum mau  membebarkan peran dari kelima tersangka tersebut. Ia juga enggan membocorkan jabatan dari kelima tersangka tersebut.

Baca Juga :   Pekan Depan Kejari Ambon Umumkan Tersangka Kasus Korupsi di DLHP

“Nanti akan saya sampaikan. Saat ini kita masih menyelidiki dulu,” ujarnya.

Ia pun berjanji dalam waktu dekat, pihaknya akan segera memanggil kelima tersangka untuk dimintai keterangannya dalam kasus itu.

“Dalam waktu dekat akan kita periksa mereka para tersangka,” ujarnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kelima orang yang ditetapkan sebagai tersangka itu salah satunya adalah Sekda SBB, MT.

Adapun UH diketahui pernah menjabat sebagai Karateker Bupati SBB. Sedangkan RT dan AP merupakan mantan bendahara di Setda Seram Bagian Barat.

Baca Juga :   4 Tersangka Korupsi Dana Belanja Langsung Setda SBB Dibui

Dalam kasus tersebut, Sekda MT bertindak selaku kuasa pengguna anggaran. MT sendiri telah beberapa kali diperiksa dan dimintai keterangannya terkait kasus tersebut.

Terkiat kasus itu, Sekda MT yang dikonfirmasi via telepon seluler tidak merespons. (KPL)

Berita Terkini

Seleksi CPNS, 19 Nama Putra Daerah Maluku Dikirim ke Kejagung RI

AMBON,KAMPIUN.CO.ID-Sebanyak 19 nama Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkup Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) Tahun 2021 khusus...

Berita Terkait