Bandaram Pelabuhan hinga Kantor Bupati Aru Disegel Warga Adat

Baca Juga

AMBON,KAMPIUN.CO.ID-Ratusan warga adat Desa Marefen, Kecamatan Aru Selatan, Kabupaten Kepulauan Aru, Maluku menyegel secara adat Bandara Rargwamar dan Pelabuhan Yos Sudarso Dobo, Rabu (17/11/2021) sore.

Aksi penyegelan bandara dan pelabuhan dengan cara di sasi itu dilakukan setelah Pengadilan Negeri Dobo menolak gugatan warga adat dan memenangkan pihak Lanud Aru terkait sengketa lahan seluas 689 hektare yang disengketakan kedua bela pihak.

Penyegelan bandara dan pelabuhan dilakukan warga dengan menggunakan janur kelapa atas izin dewan adat masyarakat setempat.

Teko Kubela salah seorang warga adat Aru yang ikut dalam prosesi tersebut mengatakan sasi atau penyegelan secara adat pelabuhan dan bandara itu dilakukan sebagai bentuk rasa kekecewaan atas putusan pengadilan yang dinilai tidak adil.

“Kami merasa tidak ada lagi keadilan. Tanah kami dirampas secara paksa dan Negara tidak berpihak kepada kami masyarakat adat,” kata Teko kepada kampiun.co.id saat dihubungi dari Ambon, Rabu malam.

Selain menyegel bandara dan Pelabuhan, ratusan warga adat ini juga ikut menyegel sejumlah kantor pemerintahan seperti kantor Bupati dan kantor DPRD Kepulauan Aru, serta kantor Pengadilan Negeri Dobo.

Baca Juga :   KM Jervai Dievakuasi ke Dobo Setelah Mati Mesin di Peraiaran Aru

“Ada beberapa kantor yang juga kami sasi seperti kantor bupati, kantor DPRD dan kantor pengadilan,” ujarnya.

Dia mengaku penyegelan sejumlah fasilitas umum dan kantor pemerintah itu dilakukan agar pemerintah dapat membuka matanya dan tidak lagi menindas masyarakat adat.

“Kami lakukan ini untuk menunjukkan bahwa kami masyarakat adat itu masih ada,” ujarnya.

Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Muhamad Roem Ohoirat membenarkan adnaya penyegelan bandara, pelabuhan dan sejumlah kantor pemerintahan di wilayah tersebut.

“Betul warga melakukan sasi atau penyegelan terhadap bandara, pelabuhan, kantor bupati dan juga beberapa kantor lainnya,” ujarnya kepada kampiun.co.id saat dikonfirmasi secara terpisah.

Baca Juga :   Sengkarut Lahan, Golkar SBB Minta DPRD Fasilitasi Pemda dan Masyarakat Duduk Satu Meja

Ia mengaku saat ini kondisi di Dobo, Kepulauan Aru masih sangat kondusif.
“Kondisi di sana tetap kondusif,” ujarnya. (KPL)

Berita Terkini

Seleksi CPNS, 19 Nama Putra Daerah Maluku Dikirim ke Kejagung RI

AMBON,KAMPIUN.CO.ID-Sebanyak 19 nama Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkup Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) Tahun 2021 khusus...

Berita Terkait