5 Hari Disegel, Kantor Bupati dan Pengadilan Negeri Dobo akhirnya Dibuka

Baca Juga

AMBON,KAMPIUN.CO.ID-Setelah lima hari lamanya di segel secara adat, kantor Bupati Kepulauan Aru akhirnya kembali beroperasi, Senin (22/11/2021).

Pembukaan segel kantor bupati Kepulauan Aru ini dilakukan para tetua adat, setelah tercapai kesepakatan antara Pemkab Aru dan aparat kepolisian melalui proses negosiasi yang dilakukan dalam beberapa hari terakhir.

Selain kantor bupati, penyegelan terhadap kantor Pengadilan Negeri Dobo juga telah dibuka. Dengan begitu aktivitas di dua kantor tersebut kini mulai beroperasi lagi.

“Hari ini sasi di kantor bupati dan kantor pengadilan Negeri Dobo sudah dibuka, sekitar jam 9 pagi tadi,” kata Kapolres Kepulauan Aru, AKBP Sugeng Kundarwanto, Senin.

Dia mengakui pembukaan segel di dua kantor tersebut akhirnya dilakukan berkat negosiasi yang dilakukan pemkab Aru, aparat TNI Polri dengan para tokoh adat dan tokoh masyarakat Desa Marafenfen Kecamatan Aru Selatan yang melakukan penyegelan.

Setelah kantor bupati dan kantor Pengadilan Negeri Dobo dibuka, praktis saat ini hanya tersisa kantor DPRD Kabupaten Kepulauan Aru yang masih disegel warga.

“Saat ini tersisa kantor DPRD yang masih disegel warga,” ujarnya.

Baca Juga :   Bandaram Pelabuhan hinga Kantor Bupati Aru Disegel Warga Adat

Menurut Sugeng warga saat ini masih menyegel kantor DPRD karena mereka berkeinginan sebelum kantor itu dibuka seluruh pimpinan dan anggota DPRD Aru harus mendengarkan aspirasi mereka.

“Jadi tuntutan mereka itu semua pimpinan dan Anggota DPRD harus ada sebab mereka (warga) ingin menyampaikan aspirasinya sebelum sasi di kantor itu dibuka,” ujanrya.

Aparat kepolisian sendiri kata dia terus melakukan negosiasi dengan warga agar kantor DPRD segera dibuka kembali.

“Ya negosiasi terus kita lakukan sampai saat ini,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, ratusan warga adat dari Desa Marafenfen, Kecamatan Aru Selatan menggelar aksi protes terhadap putusan pengadilan Negeri Dobo yang memenangkan TNI AL atas kasus sengketa lahan seluas 689 hektar.

Baca Juga :   Dalam 2 Hari 28 Warga di Kabupetn Aru Terpapar Covid-19

Aksi yang berujung bentrok itu berlangsung depan Kantor Pengadilan Negeri Dobo pada, Rabu (17/11/2021).

Usai aksi protes itu, warga kemudian menyegel bandara Rargwamar, Pelabuhan Yos Sudarso serta sejumlah kantor pemerintahan seperti kantor Bupati dan DPRD.

Sehari setelah aksi itu, penyegelan pelabuhan dan bandara Dobo akhirnya dibuka. (KPL).

Berita Terkini

Seleksi CPNS, 19 Nama Putra Daerah Maluku Dikirim ke Kejagung RI

AMBON,KAMPIUN.CO.ID-Sebanyak 19 nama Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkup Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) Tahun 2021 khusus...

Berita Terkait