2 Tersangka Korupsi Dana Retribusi Pasar Mardika Dijebloskan ke Bui

Baca Juga

AMBON,KAMPIUN.CO.ID-Dua tersangka kasus dugaan korupsi anggaran retribusi Pasar Mardika, Ambon tahun 2017, 2018 dan 2019 ditahan penyidik Kejaksaan Tinggi Maluku setelah menjalani pemeriksaan selama lebih dari tujuh jam lamanya, Jumat petang (12/11/2021).

Kedua tersangka yang diduga merugikan keuangan Negara hingga Rp 1,3 miliar ini yakni mantan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Ambon, Pieter Leuwol dan Mantan Kepala UPTD Pasar Mardika, Vecky Marwanaya.

Tersangka Pieter Leuwol diketahui saat ini masih menjabat sebagai Staf Ahli Wali kota Ambon, Bidang Ekonomi, Pembangunan dan Kesra. Sementara Vecky Marwanaya saat ini menjabat sebagai Kepala UPTD Pasar Tagalaya, Kota Ambon.

Sebelum akhirnya ditahan, kedua terasangka terlebih dahulu diperiksa penyidik terkait keterlibatan mereka dalam kasus tersebut mulai Pukul 10.00 WIT hingga Pukul 17.30 WIT.

Setelah diperiksa, kedua tersangka yang menggunakan rompi tahanan langsung digelandang petugas menuju mobil tahanan untuk dibawa ke Rutan Kelas II A Ambon.

Saat dibawa petugas, tampak tersangka Vecky terus menangis dan mengucapkan kata-kata tidak kuat lagi.
“Beta seng kuat, beta seng kuat, beta seng kuat,” katanya sambil terus menangis.

Baca Juga :   Demo Dana MTQ, Jasamara Desak Kejati Periksa Sekda Buru Selatan

Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati Maluku, M Rudi mengatakan kedua tersangka akan menjalani penahanan di Rutan Ambon selama 20 kedepan.

“Mereka berdua ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan terkait dugaan penyalahgunaan retribusi Pasar Mardika, tahun anggaran 2017 hingga 2019,”ungkap M. Rudi kepada sejumlah wartawan usai penahanan.

Pemeriksaan terhadap kedua tersangka ini berlangsung sejak Pukul 10.00 WIT-17.30 WIT. Penyidik mencecar kedua tersangka dengan 30 pertanyaan seputar keterlibatan mereka dalam kasus tersebut.

Menurut Rudi dari hasil pemeriksaan yang dilakukan serta sejumlah alat bukti, kedua tersnagka diduga kuat telah menyalahgunakan kewenangannya hingga menyebabkan terjadinya kerugian keuangan Negara.

Baca Juga :   4 Tersangka Korupsi Dana Belanja Langsung Setda SBB Dibui

Adapun dari hasil audit inspektorat Provinsi Maluku dan juga penyidikan yang dilakukan tim Kejati Maluku terungkap, kerugian Negara yang ditimbulkan dari perbuatan kedua tersangka mencapai Rp 1,3 miliar.

“Untuk kerugian negara diperkirakan mencapai Rp 1,3 Miliar. Ini hasil audit bersama dari tim Kejati Maluku dan Inspektorat Maluku,”terang Rudi.

Terkait adanya penambahan tersangka baru dalam kasus tersebut, Rudi mengaku tergantung hasil perkembangan pemeriksaan ke depan. “Untuk sementara dua itu. Nanti kita lihat perkembangan pemeriksaan,”katanya. (KPL)

Berita Terkini

Seleksi CPNS, 19 Nama Putra Daerah Maluku Dikirim ke Kejagung RI

AMBON,KAMPIUN.CO.ID-Sebanyak 19 nama Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkup Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) Tahun 2021 khusus...

Berita Terkait