2 Petinggi YAB Divonis 3 Tahun Penjara karena Menipu, Kuasa Hukum Pikir-pikir

Baca Juga

AMBON,KAMPIUN.CO.ID- Ketua Yayasan Anak Bangsa (YAB), Josefa Kilbulan dan sekretarisnya Lambert Miru terdakwa dalam kasus penipuan diganjar hukuman selama tiga tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Ambon, Selasa (23/11/2021).

Kedua terdakwa duduk di kursi pesakitan setelah terlibat dalam kasus penipuan senilai lebih dari Rp 4 miliar. Adapun para korban pemnipuan tak lain adalah anggota YAB yang tergiur dengan janji manis kedua terdakwa.

“Menjatuhkan pidana penjara kepada terdakwa selama tiga tahun. Menetapkan masa penangkapan dan penahanan yang dijalankan terdakwa dikurangkan seluruhnya dengan pidana yang diajukan,” kata Ketua Majelis hakim Julianty Wattimury saat membacakan amar putusannya.

Menurut mejalis hakim, kedua terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana penipuan secara berlanjut. Perbuatan kedua terdakwa dinilai telah melanggar pasal Pasal 378 Jo Pasal 55 Ayat 1 ke-1 Jo Pasal 64 KUHPidana.

Adapun vonis hukuman bagi kedua terdakwa ini lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi Maluku yang sebelumnya meminta majelis hakim menghukum kedua terdakwa selama 4 tahun penjara.

Majelis hakim mengaku yang memberatkan terdakwa Josefa adalah pernah melakukan hal serupa sebanyak dua kali. Bahkan terdakwa tidak mau mengakui perbuatannya.

Baca Juga :   Jaring Bobo Tenggelam Dihantam Gelombang Tinggi di Laut Banda, 1 Nelayan Tewas, 26 Selamat  

“Sementara hal yang meringankan, terdakwa berlaku sopan dalam persidangan,” kata majelis hakim.
Kedua terdakwa diketahui melakukan penipuan dengan modus meminta sejumlah uang dari para anggota dan relawan YAB.

Bagi para anggota dan relawan yang menyetor uang senilai Rp 1 juta dijanjikan akan mendapatkan Rp 50 juta.

Kedua terdakwa melakukan aksi penipuan itu sejak tahun 2012 silam. Untuk mengelabui anggota yayasan, kedua terdakwa mengurus akta yayasan hingga ke Kementrian Hukum dan HAM.

Kedua terdakwa juga mengaku bahwa yayasan tersebut telah mendapat dukungan finansial dari enam Negara yakni Australia, Singapura, Thailand, Perancis, Korea Selatan dan Amerika Serikat.

Baca Juga :   Kapal Mati Mesin, 100 Penumpang Terombang Ambing di Laut Aru

Berdasarkan fakta persidangan, kedua terdakwa telah mengumpulkan uang hingga Rp 7 miliar dari korban, meski awalnya hanya terhitung kerugian terhadap para anggota YAB sebesar Rp 4.529.120.000.

Terkait dengan putusan majelis hakim tersebut, kuasa hukum kedua terdakwa mengaku masih pikir-pikir.

“Kami nyatakan pikir-pikir yang mulia,” kata penasehat hukum para terdakwa, Y Heskel Haurissa dan Jack Waas. (KPL)

Berita Terkini

Seleksi CPNS, 19 Nama Putra Daerah Maluku Dikirim ke Kejagung RI

AMBON,KAMPIUN.CO.ID-Sebanyak 19 nama Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkup Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) Tahun 2021 khusus...

Berita Terkait