Tolak Pilkades, Warga Kamariang Blokade Jalan, Lalulintas Lumpuh 9 Jam

Baca Juga

AMBON,KAMPIUN.CO.ID-Warga Desa Kamariang, Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku memblokade ruas jalan Lintas Seram yang menghubungkan tiga kabupaten di wilayah tersebut, Kamis (14/10/2021).

Aksi blokade jalan ini dilakukan warga untuk memprotes pemilihan kepala desa yang akan berlangsung di desa tersebut pada 20 Oktober mendatang.

Dalam aksi itu, warga menutup jalan dengan menggunakan batang kayu dan batu. Mereka juga melarang kendaraan untuk melewati ruas jalan tersebut. Akibatnya arus transportasi di wilayah itu lumpuh total.

Para penumpang yang terjebak dalam aksi protes itu pun akhirnya memilih turun dari kendaraan sambil berjalan kaki memikul barang bawaan untuk melewatiruas jalan yang diblokade warga.

Salah satu warga setempat Robet mengaku pihaknya terpaksa memblokade ruas jalan itu karena tidak setuju dengan kebijakan pemkab Seram Bagian Barat yang akan menyelenggarakan Pilkades di desa tersebut.

“Kita ini desa adat, kita tidak akan terima sistem Pilkades dengan cara pemilihan,” ujarnya kepada kampiun.co.id via telepon seluler.
Dia mengaku sebagai desa adat di Pulau Seram, sistem pemilihan pimpinan desa telah diatur secara turun temurun di desa tersebut.

Baca Juga :   Jamin Asis Hentihu Sebagai Bupati Buru, Gubernur Murad: Saya Bukan Tipe Orang yang Ngomong Pagi Lain Sore Lain

Menurutnya ada marga atau keluarga yang secara garis lurus memiliki hak untuk menjadi pimpinan desa dan itu juga berlaku di desa-desa lainnya di Pulau Seram.

“Desa adat itu punya mata rumah parenta (marga keturunan raja), semua ornag Maluku tahu itu dan kita inginkan mengembalikan tradisi itu kita menolak sistem pemilihan kepala desa,” katanya.

Dalam aksi itu, warga menuntut Bupati Seram Bagian Barat Timotius Akerina untuk membatalkan kebijakan pemda terkait pemilihan kepala desa.

Hingga kamis petang, aksi blokade jalan di desa tersebut masih terus berlangsung. Warga masih menunggu Bupati Timotius Akerina untuk datang menemui mereka guna memberikan penjelasan terkait dengan amsalah tersebut.

Baca Juga :   Wakasihu Jadi Lokasi Pengamatan Hilal, Malam Ini Rapat Isbat Penentuan 1 Ramadhan Diputuskan

“Kita masih tunggu Bupati dating kesini untuk memberikan penjelasan. Kalau tuntutan kita tidak diterima aksi ini akan kita lanjutan lagi,” katanya.

Sementara tokoh masyarakat Kamariang, Olop mengakui aksi blokade jalan itu hanya dilakukan oleh segelintir orang yang tidak setuju dengan sistem pemilihan kepala desa secara langsung.

“Itu hanya segelintir orang saja yang tidak setuju dengan pilkades lalu mereka protes dan blokade jalan,” ujarnya.

Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Muhamad Roem Ohoirat membenarkan aksi protes yang berujung blokade jalan itu dilakukan warga untuk menolak Pilkades dilakukan.

“Aksi tersebut disebabkan karena adanya pro kontra terkait rencana Pilkades di desa itu,” ujarnya.

Ia mengakatakansaat ini aparat Polres Seram Bagian Barat telah diterjunkan di desa tersebut untuk bernegosiasi guna membuka kembali jalan yang diblokade.

“Anggota Polres sudah di TKP dan sementara dilakukan koordinasi dengan warga untuk pembukaan jalan yang ditutup,” ujarnya.

Baca Juga :   Gempa 5,3 Magnitudo Guncang Tehoru, Warga Berhamburan Keluar Rumah

Sementara itu dihubungi secara terpisah, Kapolsek Kairatu, AKP Hendry Horsepuny mengaku pemblokiran jalan tersebut telah dibuka kembali pada Pukul 18.00 WIT.

“Blokade jalan sudah dibuka pada pukul 18.00 WIT tadi,” kata Kapolsek Kairatu Hendry saat dihubungi dari Ambon, Kamis malam.

Menurut Hendry aksi bolade jalan tersebut telah nerlangsung sejak Pukul 09.00 WIT.

Pembukaan ruas jalan tersebut dilakukan setelah aparat TNI-Polri bersama pemerintah daerah setempat melakukan negosiasi bersama warga yang menggelar aksi protes.

Pilkades serentak di Kabupaten Seram Bagian Barat rencananya akan berlangsung pada 20 Oktober mendatang.

Namun masih ada sebagian desa yang menunggu pengesahan Perda adat tentang pemilihan raja dan tidak ikut pilkades. Sedangkan sebagian desa akan tetap menggelar Pilkades. (Kpl)

Berita Terkini

Pesan Mengharukan Briptu Elizer ke Istri Sebelum Ditemukan Tewas Gantung Diri

AMBON,KAMPIUN.CO.ID-Seorang Anggota Satlantas Polres Maluku Barat Daya, Provinsi Maluku Briptu EB (28) alias Elizer ditemukan tewas diduga bunuh...

Berita Terkait