IPPMH Minta Pemda Malteng Tolak Izin CV. MTL, 1.692 Ha Hutan Haya Akan Rusak

Baca Juga

KAMPIUN.CO.ID, MASOHI- Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Haya (IPPMH), mendesak Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah, untuk tidak mengeluarkan ijin operasional kepada CV. Maha Taman Lestari (MTL), yang akan menanam cengkeh dan pala di hutan Desa Haya, seluas 1692 hektar.

Sebab ribuan pohon kayu Maranti, Gupasa, Pulai, Kenari, Giyawas, Benuang, Samama, Jambu, Lenggua, Belo Hitam, akan dibabat habis oleh perusahan ini.
Demikian disampaikan oleh Sekjen Pengurus Besar IPPMH, Ahmad Yudli Namakule, kepada Wartawan, Selasa (26/10).

Dia mengatakan, penanaman cengkeh dan pala tidak seharusnya membabat hutan negeri dengan mengorbankan ribuan kayu tersebut.
Yudli Namakule menjelaskan, bagaimana dengan ribuan kayu yang ditebang. Itu kemungkinan besar akan terjadi jual beli kayu antara perusahan dan pemerintahan negeri, atau pemilik kayu.
Dengan demikian maka payung hukum apa, atau regulasi apa yang harus digunakan untuk melegitimiasi jual beli kayu tersebut?

“Sedangkan ijin perusahannya adalah menanam cengkeh dan pala.” Kata Yudli.

IPPMH akan melakukan tinjauan hukum, meneliti berbagai regulasi menyangkut perijinan perusahan kayu. Karena jangan sampai ini sudah masuk di ranah hukum, yang disebut dengan illegal loging.

“Kami tidak akan main-main dengan persoalan ini, karena kami juga akan mencari pengacara untuk mendampingi perjuangan kami.” Tukasnya.

Untuk diketahui, perusahan milik Surya Makatita ini mengajukan ijin perkebunan pala dan cengkeh. Hanya saja terjadi penolakan dari masyarakat menyangkut ribuah pohon kayu yang akan ditebang. (*).

Berita Terkini

Seleksi CPNS, 19 Nama Putra Daerah Maluku Dikirim ke Kejagung RI

AMBON,KAMPIUN.CO.ID-Sebanyak 19 nama Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkup Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) Tahun 2021 khusus...

Berita Terkait