Pj Kades Tahalupu Diduga Tilep Dana BLT Covid-19

Baca Juga

AMBON,KAMPIUN.CO.ID-Pejabat (PJ) Kepala Desa Tahalupu, Kecamatan Huamual Belakang, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Arsyad Galela diduga menilep Dana Bantuan Langsung (BLT) dampak dari Covid-19 tahun 2020 yang bersumber dari dana desa.

Dugaan itu muncul saat sejumlah warga yang namanya terdaftar sebagai penerima manfaat BLT tiba-tiba hilang dan akhirnya tidak mendapatkan haknya.

BH, salah seorang warga desa setempat mengaku namanya tiba-tiba tidak terdaftar pada penyaluran BLT tahap ke empat yang baru saja dicairkan September 2021, padahal sebelumnya ia selalu menerima BLT perbulan senilai Rp. 350.000 mulai dari tahap pertama hingga ke tiga.

Karena namanya hilang dalam pencairan tahap ke empat dia bersama sejumlah warga lainnya yang juga mengalami hal yang sama lalu mendatangi PJ Kades untuk mempertanyakan mengapa mereka tidak lagi mendapatkan hak mereka.

Bersama sejumlah warga itu kami datangi PJ, saya sudah tanyakan ini secara pribadi kepada bapak pejabat, tapi jawaban yang disampaikan terkesan beralasan, dia hanya meminta saya untuk menghubungi seseorang yang dia sendiri tidak tahu orangnya, alasan macam apa ini, “ ujar BH saat via telepon seluler, Selasa (06/09/2021).

Kata BH, sejumlah warga yang namanya tak lagi diakomodir sebagai penerima BLT dialami warga Dusun Tomi-Tomi Desa Tahalupu. Sebelumnya nama yang tercover sebagai penerima BLT di dusun itu sudah menerima haknya hingga Tahap ke tiga.

Baca Juga :   Pedagang Mulai Penuhi Lokasi Tambang Emas

Hanya saja pada penyaluran BLT tahap empat ini ia bersama empat nama tidak lagi menerima haknya. Justru dari empat nama yang tak lagi mendapat haknya itu terdapat satu nama yang diganti.

Sejumlah warga yang namanya terdaftar sedianya menerima hak mereka atas uang tunai sebesar Rp.1,2 juta pada pencairan tahap ke empat ini.

Baca Juga :   Pria Pembunuh Perempuan di Masohi Punya Hubungan Spesial dengan Korban

Dia mengaku kondisi seperti ini juga dialami warga dusun lainnya di bawah petuanan desa Tahalupu, banyak dari warga yang namanya terakomodir sebagai penerima manfaat BLT Covid-19 pada pencairan tahap empat ini mereka tak lagi mendapatkan haknya.

“Saya kira hal ini bukan saja di Dusun Tomi-Tomi, Dusun tetangga juga seperti Dusun Tihu, dan Dusun Tiang Bendera mengalami hal yang sama, banyak dari warga di petuanan desa Tahalupu itu tidak menerima haknya pada pencairan tahap empat ini, ” terangnya.

Dikatakan, pejabat yang saat itu didatangi warga usai penyaluran BLT berusaha menghindar dengan tidak memberikan penjelasan yang bisa diterima oleh warga, pernyataan yang disampaikan terkesan beralasan.

“Tidak ada penjelasan yang bisa diterima dari pejabat, beliau terkesan menghindar saat kami tanyakan hal ini, bahkan alasan yang disampaikan tak masuk akal, ” ujarnya.

Sementara itu Pejabat Kades Tahalupu, Arsyad Galela saat diminta konfirmasinya terkait persoalan ini beberapa kali dihubungi melalui nomor ponselnya selalu diluar jangkauan. (MMS)

Berita Terkini

2 Bocah di Ambon Tersert Banjir di Sungai, Satu Korban Hilang

AMBON,KAMPIUN.CO.ID-Dua bocah di kawasan Ahuru, Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Ambon terseret banjir di sungai saat hujan lebat mengguyur...

Berita Terkait