Gelombang Tinggi Pelayaran Fery Ambon-Namlea Dihentikan Sementara

Baca Juga

AMBON,KAMPIUN.CO.ID-Seluruh aktivitas pelayaran kapal Fery yang selama ini melayari rute Namlea-Ambon dihentikan sementara.

Penghentian sementara pelayaran kapal Fery rute Ambon-Namlea ini dilakukan menyusul adanya cuaca buruk dan tinggi gelombang di perairan Maluku.

Data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Stasiun Meteorologi Maritim Ambon, tinggi gelombang di perairan Pulau Buru saat ini mencapai 2,50 m – 4,0 meter.

Kondisi itu membuat otoritas pelabuhan terpaksa menghentikan sementara aktivitas pelayaran demi keselamatan penumpang.

Sejak dikeluarkan peringatan dini gelombang tinggi oleh BMKG, seluruh aktivitas pelayaran di dermaga Galala Ambon tampak lengang, Jumat (10/922021).

Koordinator Satuan Pelayanan (Kosatpel) Pelabuhan Penyebrangan Galala-Namlea, Zais Syukur mengakui cuaca buruk dan gelombang tinggi yang terjadi di sejumlah perairan Maluku menyebabkan kapal ferry penyebrangan Namlea-Ambon masih belum bisa beroperasi.

“Betul ada warning dari BMKG mengenai gelombang tinggi jadi demi keselamatan pelayaran, untuk sementara semua aktivitas pelayaran dihentikan sementara,” ungkapnya.

Ia mengaku saat ini pihaknya masih terus memantau kondisi cuaca, dan menunggu arahan dari BMKG. Ia memastikan jika cuaca kembali membaik maka aktivitas pelayaran akan kembali normal.

“Masih memantau uodate cuaca dari BMKG, karena itu menjadi rujukan, kalau sudah membaik, aktivitas pelayaran pasti akan normal kembali,” kata Syukur.

Baca Juga :   Polda Maluku Suntik Vaksin ke 1.054 Orang, Paling Banyak Pelajar SMA

Dia melanjutkan, aktivitas pelayanan penyebrangan Namlea-Ambon, atau sebaliknya akan dilaksanakan setelah cuaca sudah membaik.

Ia mengaku saat ini aktivitas pelayaran masih belum bisa dipaksakan. Sebab dalam kondisi cuaca buruk dan gelombang tinggi, hal itu akan berisiko terhadap keselamatan penumpang.

“Jadi tidak boleh kita ambil risiko saat kondisi seperti ini. Kita tetap menunggu info selanjutnya dari BMKG,” ujarnya.

Badan Penanggulangan Bencana Darrah (BPBD) Maluku juga mewanti-wanti agar penyedia jasa transportasi alut agar dapat lebih waspada dengan knlondisi cuaca buruk saat ini (KPL)

Baca Juga :   Gelombang Tinggi 4 Meter Ancam Peraiaran Maluku, Nelayan Wajib Waspada

Berita Terkini

2 Bocah di Ambon Tersert Banjir di Sungai, Satu Korban Hilang

AMBON,KAMPIUN.CO.ID-Dua bocah di kawasan Ahuru, Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Ambon terseret banjir di sungai saat hujan lebat mengguyur...

Berita Terkait