Ditangkap di Jakarta, Burunan Korupsi Proyek Taman Kota Dijebloskan ke Rutan Ambon

Baca Juga

AMBON,KAMPIUN.CO.ID-Pelarian tersangka kasus korupsi Proyek Taman Kota Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, Hartanto Hoetomo berakhir.

Borunan korupsi yang masu dalam daftar pencarian orang (DPO) Kejaksaan Tinggi Maluku ini akhirnya ditangkap tim Tabur Kejaksaan Agung RI bekerjasama dengan tim Tabur Kejaksaan Tinggi Maluku.

Tersangka yang menjabat sebagai Komisaris PT Inti Artha Nusantara ini ditangkap di Kawasan Kebun Jeruk, Jakarta Barat pada Jumat (3/9/2021) sekira Pukul 05.00 WIT.

Setelah ditangkap, tersangka kemudian diperiksa dan selanjutnya diterbangkan ke Ambon dengan pengawalan ketat dari tim Kejaksaan Tinggi Maluku. Rombongan yang membawa tersangka baru tiba di Kota Ambon pada Minggu pagi (5/9/2021).

“Tersangka ditangkap di Jakarta Jumat kemarin dan tiba pagi tadi dengan pengawalan tim Tabur Kejati Maluku yang dipimpin Zubaidi S Mansur,” kata Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas Kejati Maluku, Wahyudi Kareba kepada wartawan, Minggu.

Wahyudi mengatakan setelah tiba di Ambon, tersangka langsung di bawah oleh tim ke Rutan Ambon untuk menjalani penahanan.

Ia mengakui tersangka ditetapkan sebagai DPO karena tidak mau mengindahkan panggilan jaksa untuk diperiksa.“Jadi tersangka ini berhasil ditangkap atas kerjasama tim Tabur Kejagng dan Kejati Maluku,” ucapnya.

Baca Juga :   Gimana Ambon tak Macet, Setahun Warga Bisa Beli 1.000 Mobil

Hartanto ditetapkan sebagai tersangka proyek taman kota Kepulauan Tanimbar bersama tiga orang lainnya, yakni Kepala Dinas PURP Kepulauan Tanimbar Andrianus Sihasale, Wilma Fenanlampir selaku PPTK dan Frans Yulianus Pelamonia selaku pengawas.

Saat ini ketiga tersangka telah menjalani sidang di Pengadilan Tipikor Negeri Ambon dan masih menjalani penahanan di Rutan Ambon.

Proyek Tamanan Kota Kepulauan Tanimbar bersumber dari APBD Kepulauan Tanimbar Tahun 2017 senilai Rp 4,5 miliar.

Pengerjaaan proyek ini bermasalah lantaran adanya dugaan korupsi oleh para tersangka. Berdasarkan hasil Audit BPKP Provinsi Maluku, ditemukana danya kerugian Negara atas perbuatan para tersangka sebesar 1,3 miliar. (KPL)

Baca Juga :   2 Pohon Tumbang Tutup Jalan Jenderal Sudirman, Motor Boleh Lewat, Mobil Disuruh Balik

Berita Terkini

2 Bocah di Ambon Tersert Banjir di Sungai, Satu Korban Hilang

AMBON,KAMPIUN.CO.ID-Dua bocah di kawasan Ahuru, Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Ambon terseret banjir di sungai saat hujan lebat mengguyur...

Berita Terkait