Bocah 3 Tahun di Ambon Ditemukan Tewas di Kolam Gereja Pantekosta

Baca Juga

AMBON,KAMPIUN.CO.ID-Nasib tragis menimpa seorang bocah laki-laki berusia tiga tahun bernama Viglen Patutu.

Korban ditemukan tewas mengapung di dalam kolam baptis Gereja Pantekosta di jalan Imam Bonjol, Kelurahan Ahusen Kecamatan Sirimau, Ambon.

Korban yang diketahui merupakan penghuni Panti Asuhan Lidya, Yayasan Prima Sejahtera ini ditemukan tidak bernyawa di kolam tersebut pada Rabu (15/9/2021) pagi.

Saat ditemukan korban menggunakan baju kaos oblong warna hitam bergaris putih dan celana pendek warna hijau. Diduga korban tewas setelah bermain di kolam tersebut lalu tenggelam.

Kapolsek Sirimau AKP Mustafa Kamal yang dikonfirmasi membenarkan ada bocah berusia tiga tahun yang ditemukan tewas di kolam baptis Gereja Pantekosta.

“Korban ditemukan mengambang pada posisi tengkurap dalam kolam baptis gereja. Diduga korban ini bermain di situ lalu tenggelam,” ungkap Mustafa saat dikonfirmasi wartawan Kamis (16/9/2021).

Mustafa mengaku orang pertama yang menemukan korban adalah Marlena Lolaen, seorang  pendeta gereja sekaligus mengurus Yayasan Prima Sejahtera.

Menurut Mustafa dari keterangan yang diperoleh, sehari sebelum korban ditemukan tewas, Marlena dan suaminya sempat mengantar makanan untuk korban namun mereka tidak lagi menemukan korban di lingkungan panti asuhan.

Baca Juga :   Tak ada Aplikasi PeduliLindungi, Warga yang Mau ke Mal Cukup Tunjukkan Kartu Vaksin

“Saat itu pihak panti asuhan berusaha mencari korban namun hingga malam mereka tidak juga menemukan korban,” ujarnya.

Keesokan harinya, Marlena pergi ke kolam baptis setelah menutup kran air di kamar mandi di pagi hari. Setelah sampai di kolam baptis Marlena langsung kaget karena melihat tubuh korban telah mengembang di kolam tersebut.

“Kejadiannya itu sekitar pukul 06.50 WIT. Korban langsung berteriak meminta tolong kepada para jemaat,” ujarnya.

Tak lama setelah itu, pihak gereja langsung menghubungi polisi untuk memberitahukan kejadian tersebut. Polisi yang datang kemudia melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) selanjutnya membawa korban ke Rumah Sakit Bhayangkara Ambon. Namun pihak keluarga menolak jasad korban untuk diotopsi.

Baca Juga :   Terungkap, Pria yang Tewas di JMP Sempat Pesta Miras dan Dilarang Keluar Rumah oleh Ibunya

Menurut Mustafa, pihak keluarga secara ikhlas menerima kematian korban dan  tidak akan memproses pihak yayasan.

“Keluarga korban ikhlas menerima musibah ini. Mereka juga menolak untuk dilakukan otopsi serta tidak akan memperkarakan pihak yayasan,” jelasnya. (KPL).

 

Berita Terkini

Pesan Mengharukan Briptu Elizer ke Istri Sebelum Ditemukan Tewas Gantung Diri

AMBON,KAMPIUN.CO.ID-Seorang Anggota Satlantas Polres Maluku Barat Daya, Provinsi Maluku Briptu EB (28) alias Elizer ditemukan tewas diduga bunuh...

Berita Terkait