Basarnas Koordinasi dengan TNI AU untuk Cari 25 ABK Hilang Lewat Operasi Udara

Baca Juga

AMBON,KAMPIUN.CO.ID-Kantor Basarnas Ambon terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk membantu operasi penyelamatan terhadap 25 anak buah kapal (ABK) KM Hentri yang masih hilang di peraiaran laut Kepulauan Tanimbar, Maluku.

Puluhan ABK ini hilang setelah melompat ke laut saat kapal yang mereka tumpangi dihantam gelombang dan akhirnya terbakar pada 3 September pekan lalu.

Kepala Basarnas Ambon, Mustari mengatakan terkait pencarian 25 ABK yang hilang lewat pantauan udara, pihaknya hingga kini masih terus berkoordinasi dengan TNI AU.

“Kami berusaha dan hanya bisa berkoordinasi dan pertimbangan untuk mengerahkan alut (pesawatnya) ya dari TNI AU,” kata Mustari kepada Kampiun.co.id via telepon seluler, Jumat (10/9/2021).

Dia menjelaskan, pencarian 25 ABK hilang lewat udara dirasa sangat penting karena saat ini kondisi peraiaran Maluku sangat buruk, sehingga beberapa kapal tidak bisa dikerahkan untuk melakukan operasi pencarian.

Operasi pemantauan lewat udara juga penting dilakukan mengingat insiden kapal terbakar sudah sepekan lamanya. Pertimbangan lain, jumlah ABK yang hilang dalam insdien itu sangat banyak yakni 25 orang.

“Tapi di Ambon kan tidak ada alut (pesawat), tapi kita berharap semoga ada jalan untuk pencarian lewat udara karena itu sangat membantu sekali,” katanya.

Baca Juga :   Wagub Orno Minta Pemkab dan Pemkot Percepat Pencairan Dana Desa

Ia mengakui saat ini pihaknya bersama potensi SAR lainnya terus berupaya sekuat tenaga untuk mencari 25 ABK yang masih hilang tersebut.

Ia pun berharap, para ABK yang masih hilang itu dapat segera ditemukan.

“Kita berupaya semaksimal mungkin, dan kita berharap agar 25 ABK yang hilang itu segera ditemukan,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, KM Hentri yang mengangkut 32 anak buah kapal (ABK) dilaporkan terbakar di peraiaran Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku pada 3 September 2021.

Baca Juga :   Dalam Sepekan Terakhir 47 Kali Gempa Bumi Guncang Maluku

Kapal tersebut awalnya bertolak dari Pelabuhan Muara Angke Jakarta pada 15 Agustus 2021 hendak menuju Papua. Namun saat melintas di peraiaran Kepulauan Tanimbar, kapal tersebut diterjang gelombang tinggi hingga terjadi guncangan hebat yang mengakibatkan kapal tersbeut terbakar.

Akibat insiden itu, dua ABK dinyatakan tewas, lima ABK selamat dan 25 ABK lainnya masih dinyatakan hilang. (KPL)

Berita Terkini

2 Bocah di Ambon Tersert Banjir di Sungai, Satu Korban Hilang

AMBON,KAMPIUN.CO.ID-Dua bocah di kawasan Ahuru, Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Ambon terseret banjir di sungai saat hujan lebat mengguyur...

Berita Terkait