25 ABK KM Hentri yang Hilang di Laut Maluku Diduga Telah Meninggal Dunia

Baca Juga

AMBON,KAMPIUN.CO.ID-Sebanyak 25 anak buah kapal (KM) Hentri yang masih dinyatakan hilang di peraiaran Kepulauan Tanimbar, Maluku diduga telah meninggal dunia.

25 ABK ini menyelamatkan diri dengan cara melompat ke laut saat kapal yang mereka tumpangi terbakar setelah dihantam cuaca buruk dan gelombang tinggi pada 3 September pekan lalu.

Kepala Basarnas Ambon, Mustari mengatakan operasi pencarian 25 ABK yang hilang telah memasuki hari ke-6, namun hingga kini belum ada tanda-tanda para korban akan ditemukan.

“Hari ini sudah masuk hari ke-6 dan sampai sore ini hasil pencarian masih nihil,” kata Mustari kepada kampiun.co.id, Senin (13/9/2021).

Ia mengaku setelah tujuh hari pencarian, pihaknya akan melakukan evaluasi apakah operasi pencarian akan diperpanjang ataukah tidak.

“Akan ada evaluasi setelah operasi hari ke-7 apa nanti ditambah tiga hari lagi itu akan kita putuskan besok sore,” ujarnya.

Disinggung soal nasib puluhan ABK yang hilang itu apakah mereka masih berpeluang hidup, Mustari mengaku daya tahan mereka maksimal hanya lima hari saat dinyatakan hilang.

“Untuk daya tahan di air dengan menggunakan alat apung terpasang di badan biasanya bertahan empat sampai lima hari,” ujarnya.

Baca Juga :   Sengaja 'Bodo-bodo', Yosef Picu Kebakaran Hebat di Asrama SPK Kudamati

Sedangkan untuk yang tidak menggunakan alat penolong di tubuh hanya bisa bertahan maksimal tiga hari.

“Tapi kalau hanya berpegangan di alat apung biasanya bertahan dua sampai tiga hari sudah terlepas karena kondisi kelelahan dan cuaca,” ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, KM Hentri yang mengangkut 32 anak buah kapal (ABK) dilaporkan terbakar di antara peraiaran Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan Maluku Tenggara pada 3 September 2021 lalu.

Kapal tersebut awalnya bertolak dari Pelabuhan Muara Angke Jakarta pada 15 Agustus 2021 hendak menuju Papua. Namun saat melintas di peraiaran Kepulauan Tanimbar, kapal tersebut diterjang cuaca buruk dan gelombang tinggi hingga terjadi guncangan hebat yang mengakibatkan kapal tersbeut terbakar.

Baca Juga :   Update Covid-19 Maluku: Pasien Sembuh 13.742, Meninggal Dunia 261 Orang

Akibat insiden itu, dua ABK dinyatakan tewas, lima ABK selamat dan 25 ABK lainnya masih dinyatakan hilang. (KPL)

Berita Terkini

2 Bocah di Ambon Tersert Banjir di Sungai, Satu Korban Hilang

AMBON,KAMPIUN.CO.ID-Dua bocah di kawasan Ahuru, Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Ambon terseret banjir di sungai saat hujan lebat mengguyur...

Berita Terkait