Tak Ada Faskes, Dinkes SBB Minta Ibu Hamil di Pegunungan Turun dari Kampung 2 Minggu Sebelum Waktu Bersalin

Baca Juga

AMBON,KAMPIUN.CO.ID-Dinas Kesehatan Kabupaten Seram Bagian Barat, Mauku meminta ibu hamil di desa-desa yang ada di wilayah pegunungan di Kecamatan Elpaputih dan Inamosul agar bisa turun lebih awal ke Puskesmas untuk proses persalinan.

Kepala Dinas Kesehatan Seram Bagian Barat, Johanes Tapang mangatakan ibu hamil yang ada di desa pegunungan harus turun dari kampungnya menuju puskesmas lebih awal agar dapat ditangani secara medis sehingga dapat
mencegah risiko kematian.

“Jadi dua minggu sebelum masa kehamilan itu harus sudah turun, kalau sudah mau melahirkan baru turun memang tidak bisa,” kata Johanes kepada kampiun.co.id via telepon seluler.

Permintaan Johanes ini menyusul kejadian seorang ibu hamil asal Desa Huku Kecil, Kecamatan Elpaputih yang ditanduk keluarganya sejauh 37 km menuju puskesmas di Desa Elpaputih untuk melahirkan bayinya Jumat (20/8/2021).

Sejumlah desa di wilayah pegunungan di Kecamatan Elpaputih sendiri hingga kini belum memiliki fasilitas kesehatan seperti puskesmas dan puskesmas pembantu termasuk tenaga medis.

Johanes mengatakan ibu hamil yang hendak melahirkan harus turun lebih awal agar tenaga medis di puskesmas dapat merawatnya denga baik dan memperhatikan kondisi gizi ibu hamil dan bayinya secara teratur.

Baca Juga :   Banjir di Desa Kamal, Jalan Raya Berubah Jadi Sungai, Sekolah dan Puluhan Rumah Terendam

Menurut Johanes, ibu hamil dari pedalaman Pulau Seram itu tidak perlu khawatir karena selama ditangani di Puskesmas semua dijamin.

“Biasanya kalau di suru begitu, mereka berfikir nanti anak-anak kita bagaimana, itu masalahnya. Kalau soal makan itu kita biayai karena memang ada program itu,” katanya.

Menurut Johanes banyak kasus ibu hamil ditanduk dalam kondisi kritis di wilayah itu selama ini karena keluarganya selalu mengantar pasien ke puskesmas di saat yang tidak tepat.

“Itu karena sudah menjadi kebiasaan, makanya saya bilang tadi dua minggu sebelum melahirkan itu sudah harus turun,” katanya.

Baca Juga :   Diserang Hama, Petani Jahe di SBB Khawatir Gagal Panen

Joahnes menambahkan pihaknya juga sudah menyiapkan rumah tunggu untuk ibu hamil yang hendak melahirkan untuk warga pedalaman di wilayah itu.

“Rumah tunggu sudah kita siapkan nanti ibu hamil yang mau melahirkan bisa singga di situ sebentar lalu kalau kondisi emergensi bisa cepat dibawa ke puskesmas,” katanya. (KPL).

Berita Terkini

2 Bocah di Ambon Tersert Banjir di Sungai, Satu Korban Hilang

AMBON,KAMPIUN.CO.ID-Dua bocah di kawasan Ahuru, Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Ambon terseret banjir di sungai saat hujan lebat mengguyur...

Berita Terkait