Satgas Pastikan tak Ada Pejabat Terima Honor Jenazah Covid-19, Rovik Affifudin: Kalau Misalnya Ada Dikembalikan

Baca Juga

AMBON,KAMPIUN.CO.ID-Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Maluku memastikan tidak ada pejabat daerah di Maluku maupun kabupaten kota menerima menerima honor dari setiap pasien positif corona yang meninggal dunia.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Maluku, dr Doni Rerung menegaskan selama ini tidak ada kebijakan yang dibuat pemerintah provinsi Maluku maupun kabupaten kota agar para pejabat daerah mendapat honor dari pemakaman jenazah Covid-19.

“Tidak ada kebijakan seperti itu, tidak ada saya jamin 100 persen tidak ada pejabat daerah dapat honor seperti itu,” kata Doni kepada Kampiun.co.id saat dikonfirmasi, Jumat (27/8/2021).

Dia mengakui ada insentif yang dibayarkan kepada petugas pemularasan jenazah dan petugas yang memakamkan jenazah Covid-19 di Maluku, namun untuk pejabat daerah tidak ada pembayaran seperti itu.

“Yang ada itu memang honor bagi petugas pemulasaran dan petugas yang memakamkan jenazah, memang ada honor transport untuk mereka. Jadi itu yang diberi honor bukan pejabat daerah,” ujarnya.

Tim pemakaman jenazah Covid-19 di Maluku sejauh ini ditangani oleh relawan dari Tagana dan juga Palang Merah Indonesia (PMI). Sedangkan tim pemularasan jenazah ditangani langsung oleh tim medis di rumah sakit.

Baca Juga :   Sehari Masuk RSUD, Pasien Covid-19 Asal Ambon Meninggal Dunia

Menurut Doni besaran insentif atau honor bagi para petugas pemularasan jenazah dan tim yang memakamkan jenazah Covid-19 di Maluku juga dilakukan sesuai standar yang telkah ditentukan.

“Honornya itu sesuai jadwal, ada standarnya tidak sembarangan, kalau tidak sesuai bisa diperiksa (KPK). Jadi di Maluku ini tidak ada begitu di Maluku aman,” katanya.

Sejauh ini kasus pejabat daerah menerima honor dari pemakaman jenazah Covid-19 terjadi di Jember, Jawa Timur.

Sejumlah pejabat daerah mulai dari Kepala BPBD, Sekda hingga Bupati ikut menerima honor dari pemakaman jenazah Covid-19.

Baca Juga :   Sehari Masuk RSUD, Pasien Covid-19 Asal Ambon Meninggal Dunia

Bupati Jember bahkan menerima honor hingga lebih dari Rp 70 juta. Namun honor yang ia terima sudah dikembalikan lagi.

Anggota DPRD Maluku, Rovik Akbar Affifudin mengatakan sejauh ini pihaknya belum mendengar ada pejabat daerah di Maluku maupun kabupaten kota yang menerima honor dari pemakaman jenazah Covid-19.

“Sampai hari kami belum dengar itu, dan saya berharap tidak ada seperti itu,” kata Rovik kepada Kampiun.co.id.

Politisi PPP ini mengaku mengetahui ada insentif untuk petugas yang menangani pemularasan jenazah Covid-19 dan juga tim relawan yang memakamkan jenazah.

“Kalau itu kita tahu, termasuk untuk insentif nakes yang dari pusat maupun daerah itu kita tahu,” ujarnya.

Menurutnya kalau pun kasus pejabat daerah menerima honor dari pemakaman jenazah Covid-19 ada di Maluku, maka hal itu tentu sangat tidak etis.

“Kalau misalnya kasus itu ada di sini ya sangat tidak etis, tapi itu misalnya ada semoga tidak dan setahu saya tidak ada, kalau pun misalnya ada ya harus dikembalikan,” ujarnya. (KPL)

Baca Juga :   Tambah 2, Jumlah Pasien Meninggal akibat Corona di Maluku Tembus 245 Orang

Berita Terkini

2 Bocah di Ambon Tersert Banjir di Sungai, Satu Korban Hilang

AMBON,KAMPIUN.CO.ID-Dua bocah di kawasan Ahuru, Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Ambon terseret banjir di sungai saat hujan lebat mengguyur...

Berita Terkait