Polda Maluku Pecat 13 Anggotanya yang Terlibat Pelanggaran Berat

Baca Juga

AMBON,KAMPIUN.CO.ID-Kepolisian Daerah (Polda) Maluku memecat dengan tidak hormat 13 anggotanya yang terlibat dalam kasus pelanggaran berat.

Belasan Anggota Polda Maluku yang dipecat secara tidak hormat ini berasal dari berbagai kesatuan mulai dari yang bertugas di Polda Maluku hingga di sejumlah Polres.

Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Muhamad Roem Ohoirat mengatakan 13 anggota Polri itu dipecat dengan tidak hormat karena melakukan pelanggaran berat seperti terlibat kasus narkoba, desersi hingga kasus asusila dan perzinahan.

“Kemarin itu ada empat anggota yang resmi dipecat melalui upcara PTDH, tapi sebenarnya secara keseluruhan  dari Januari hingga hari ini 31 Agustus itu sudah 13 anggota yang dipecat,” kata Roem kepada kampiun.co.id di ruang kerjanya, Selasa (31/8/2021).

Roem mengatakan 13 Anggota Polri yang dipecat dari dinas kepolisian itu berasal dari berbagai satuan, ada yang berinas di Polda dan juga ada yang bertugas di sejumlah Polres.

“Anggota yang dipecat ini kasusnya bervariasi ada yang desersi, ada narkoba, ada yang susila , ada zina dan ini smeua pelanggaran berat,” katanya.

Baca Juga :   Silaturahim, Kajati Maluku yang Baru Temui Kapolda

Dia menegaskan tindakan tegas berupa pemecatan dengan tidak hormat kepada anggota yang melakukan pelanggaran berat itu tidak hanya sebagai bentuk penegakan aturan namun juga sebagai bentuk penghargaan kepada anggota yang selama ini sudah bertugas dengan baik.

“Kita ambil tindakan tegas karena kita menghargai anggota yang sudah berbuat baik, yang sudah melayani masyarakat dengan sepenuh hati dan berdedikasi tinggi terhadap institusi Polri,” terangnya.

Ia mengaku Polda Maluku sangat menyesalkan perbuatan indisipliner yang dilakukan belasan anggota Polri yang telah dipecat tersebut.  Menurutnya pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan sudah sering diingatkan oleh pimpinan agar tidak terjadi lagi.

Baca Juga :   Covid-19 dan HUT Bhayangkara ke-75, Polda Maluku Gelar Vaksinasi Massal

“PTDH juga dilakukan untuk menjadi pembelajaran kepada semua, terutama anggota Polri. Siapa yang bertugas dengan baik melayani masyarakat akan mendapat penghargaan sedangkan siapa yang melanggar kode etik akan mendapat hukuman,” tegasnya.

Sejauh ini tambah Roem, jumlah Anggota Polda Maluku yang dipecat tahun ini terbilang sedikit jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2020 yang mencapai 17 orang.

Adapun 13 anggota Polda Maluku yang dipecat itu yakni,  Bripka Marcus Manuhutu, Brigpol Deriel Tuarissa, Bripda Ahmad Zazalie Tahir, Bharatu Kevin Rikmon Uneputty, Briptu Ikhsan dan Aipda Mechak Fenti Sinmiasa.

Selanjutnya Aipda Amri Mappiware, Briptu Abraham Lokollo, Bripka Ilham Lembang, Brigpol Eivandeed Matruty, Brigpol Afrizal Masawoi, Brigpol Fauzi Reza Rabul dan Bripda Paisal. (KPL)

Berita Terkini

2 Bocah di Ambon Tersert Banjir di Sungai, Satu Korban Hilang

AMBON,KAMPIUN.CO.ID-Dua bocah di kawasan Ahuru, Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Ambon terseret banjir di sungai saat hujan lebat mengguyur...

Berita Terkait