Penjara Seumur Hidup Menanti Ewin, Si Pembunuh Sadis di Masohi

Baca Juga

AMBON,KAMPIUN.CO.ID-ES alias Ewin, pengayuh becak yang tega membunuh dan membuang jasad kekasihnya ke laut telah ditetapkam sebagai tersangka dan resmi ditahan di sel tahanan Polres Maluku Tengah, Kamis (19/8/2021).

Dari pengakuannya ke penyidik, tersangka tega menganiaya korban Niken Astrid Ilelappatoa hingga tewas di kamar kos tempat korban dan tersangka tinggal bersama pada Kamis (12/8/2021) pekan kemarin.

Setelah menganiaya korban hingga tewas, tersangka tetap tinggal bersama jasad korban di kamar kos hingga lima hari lamanya.

Jasad korban baru dibawah keluar untuk dibuang ke laut pada Selasa (17/8/2021) dinihari.

“Jadi jasad korban ini lima hari di kamar kos, tersangka ini ingin menyembunyikan perbuatannya,” kata Kapolres Maluku Tengah, AKBP Rosita Umasugi kepada Kampiun.co.id via telepon seluler, Jumat (20/8/2021).

Tersangka menganiaya korban saat pulang menarik becak dan mendapati korban sedang mandi di malam hari.

Saat itu tersangka langsung masuk ke kamar mandi dan memukuli korban di bagian kepala dan membenturkan kepala kepala korban ke didinding.

Setelah itu korban yang sudah tidak berdaya diangkat ke tempat tidur setelah itu tersangka lalu pergi meninggalkan korban untuk kembali mengayuh becak.

Baca Juga :   Sehari Warga Tamilow Bisa Dulang 1 Kg Emas

Besoknya, saat kembli ke kamar kos tersangka melihat korban sudah meninggal dunia.

Atas perbuatannya itu, tersangka dijerat dengan Pasal berlapis yakni Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338, Pasal 335 ayat 3 serta Pasal 181 KUHP tentang pembunuhan berencana.

“Ancaman hukuman minimal 20 tahun penjara dan maksimal seumur hidup,” katanya.

Jasad korban sendiri kata Rosita telah dibawa pulang ke kampung halamannya di Desa Piliana, Kecamatan Tehoru setelah diotopsi di rumah sakit.

“Untuk korban setelah selesai autopsi tadi pagi pukul 00.16 WIT sudah dibawa pulang keluarganya ke Piliana dan langsung dimakamkan,” katanya.

Baca Juga :   Firman Ternyata Dibunuh, Dibuang Dari Atas JMP Setelah Pingsan Dianiaya

Kasus ini terkuak setelah jasad korban ditemukan warga terlilit tali di Pantai Lesane Kota Masohi pada Selasa (17/8/2021).

Jasad korban sendiri dibawa keluar dari kamar kos untuk dibuang ke laut dengan menggunakan becak.

Sesampai di pesisir pantai, tersangka mengikat dua bongkahan batu di jasad korban dan setelah itu membaa korban ke laut dengan perahu milik warga.

Setelah itu tersangka mengikat lagi tubuh korbam di jangkar nelayan dan langsung pergi. (KPL)

Berita Terkini

2 Bocah di Ambon Tersert Banjir di Sungai, Satu Korban Hilang

AMBON,KAMPIUN.CO.ID-Dua bocah di kawasan Ahuru, Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Ambon terseret banjir di sungai saat hujan lebat mengguyur...

Berita Terkait