Mantan Kadis PLH Ambon Resmi Ditahan, Sempat Menangis Saat Dibawa ke Mobil Tahanan

Baca Juga

AMBON,KAMPIUN.CO.ID-Mantan Kepala Dinas Persampahan dan Lingkungan Hidup Kota Ambon, Lucia Izaak, tersangka kasus kurupsi anggaran BBM Tahun 2019 untuk operasional armada pengangkut sampah ditahan Kejaksaan Negeri Ambon, Jumat petang (27/8/2021).

Lucia ditahan setelah menjalani pemeriksaan selama lebih dari lima jam sejak Pukul 10.00 WIT hingga Pukul 17.30 WIT oleh penyidik Kejari Ambon.

Selain Lucia, jaksa juga ikut menahan dua tersangka lainnya yakni Kepala Seksi Pengangkutan Bidang Kebersihan yang juga pejabat pembuat komitmen Mauritsz Yani Talabesy dan mantan Manajer SPBU Belakang Kota, Ricky M. Syauta yang juga terlibat dalam kasus tersebut.

Setelah menjalani pemeriksaan, Lucia dan dua rekannya itu langsung keluar dengan mengenakan rompi tahanan berwarna oranye menuju mobil tahanan dengan pengawalan petugas.

Lucia yang memakai masker dan topi itu langsung di bawah ke Lapas perempuan Ambon. Sedangkan Mauritsz dan Ricky dibawah ke Rutan kelas IIA Ambon.

Saat dibawa petugas menuju mobil tahanan, keluarga dan kerabat Lucia yang ikut hadir di kantor Kejari Ambon sempat menangis dan berebut memeluk Lucia. Saat itu, Lucia pun sempat menetaskan air mata.

Baca Juga :   Belum Puas, Bupati SBB Kembali Larang Wartawan Meliput, Jurnalis yang Kritis Masuk Daftar Hitam, Ini Pemimpin Macam Apa?

“Hari ini penyidik telah melakukan penahanan terhadap tiga orang tersangka diantaranya berinisial LI, RMS dan MYT. Untuk penahanan MYT dan RMS di Rutan Ambon, sedangkan LI ditahan di Lapas Perempuan,” kata Kepala Kejari Ambon, Dian Fris Nalle kepada waratwan di kantor Kejari Ambon.

Dia mengatakan dalam kasus itu penyidik telah menerima hasil audit kerugian Negara dari BPKP Perwakilan Maluku. Adapun kerugian Negara yang ditimbulkan akibat dari perbuatan ketiga tersangka sebesar Rp 3,6 miliar.

Menurut Fris ketiga tersangka dijerat Pasal 2 Ayat (1) Dan Pasal 3 Jo Pasal 18 Undang-undang RI Nomor 31 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang tindak pidana pemberantasan korupsi Jo Pasal 55, 56 KUHPidana.

Baca Juga :   Meski Diguyur Hujan, Upacara HUT RI di Lapangan Merdeka Berlangsung Penuh Hikmat

“Ketiga tersangka dikenakan pasal 2 dan 3 UU Tipikor,” ujarnya.

Lucia dan dua rekannya itu sebelumnya telah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Kejari Ambon sejak 27 Mei 2021. (KPI)

Berita Terkini

2 Bocah di Ambon Tersert Banjir di Sungai, Satu Korban Hilang

AMBON,KAMPIUN.CO.ID-Dua bocah di kawasan Ahuru, Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Ambon terseret banjir di sungai saat hujan lebat mengguyur...

Berita Terkait