Kejati Maluku Siapkan Langkah untuk Kembalikan Status Odie Orno Jadi Tersangka

Baca Juga

AMBON,KAMPIUN.CO.ID-Status Desianus Orno alias Odie sebagai tersangka korupsi kasus pengadaan empat unit speedboat tahun anggaran 2015 pada Dinas Perhubungan dan Infokom kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) telah dinyatakan gugur.

Status tersanngka Odie yang disematkan penyidik Ditreskrimusus Polda Maluku dinyatakan gugur setelah Hakim Pengadilan Negeri Ambon mengabulkan permohonan praperadilan yang diajukan mantan Kepala Dinas Perhubungan dan Infokom Kabupaten MBD ini pada sidang praperadilan yang berlangsung di Pengadilan Negeri Ambon, Senin (30/8/2021) kemarin.

Sidang praperadilan yang dipimpin hakim tunggal Lucky Rombot Kalalo ini mengabulkan lima poin yang diajukan adik kandung wakil gubernur Maluku, diantaranya menyatakan penetapan status termohon terhadap pemohon sebagai tersangka tidak sah menurut hukum.

Selanjutnya termohon dalam hal ini Ditreskrimusu Polda Maluku juga diminta untuk merehabilitasi nama baik pemohon.

Sidang praperadilan tersebut berlangsung secara virtual di Pengadilan Negeri Ambon, Senin (30/8/2021).

Terkait hasil sidang praperadilan yang memenangkan adik kandung wakil gubernur Maluku itu, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku pun angkat bicara.

Kepala Seksi Penerangan dan Hukum (Kasipenkum) Kejati Maluku, Wahyudi Kareba mengungkapkan mengacu pada hukum acara pidana, maka praperadilan yang diajukan oleh penasihat hukum dobolehkan dalam ketentuan hukum.

Baca Juga :   Kasus Korupsi Taman Kota di Saumlaki, Kejati Tetapkan 4 Tersangka  

“Ya kalau mengacu ke hukum acara pidana memang praperadilan itu diberikan hak kepada penasihat boleh-boleh saja silahkan,” kata Wahyudi kepada  saat dikonfirmasi via telepon seluler, Selasa (31/8/2021).

Menurut Wahyudi terkait dengan putusan hakim yang mengabulkan permohonan Odie Orno, pihaknya sangat menghargainya. Meski begitu pihaknya akan menempuh upaya lain untuk mempertahankan agarOdie tetap menjalani proses hukum di pengadilan.

“Kalau terkait hasilnya itu ya itu pendapat dari hakim  kita tetap hargai, tapi tetap juga kita ada upaya lain, itu kan hanya menyangkut administrasi saja,” katanya.

Baca Juga :   Kasus Korupsi Taman Kota di Saumlaki, Kejati Tetapkan 4 Tersangka  

Menurut Wahyudi upaya lain yang akan ditempuh itu dengan memperbaiki kembali administrasi berkas perkara yang dinilai hakim masih kurang untuk disempurnahkan.

Ia juga menegaskan bahwa status Odie Orno masih bisa kembali menjadi tersangka, sebab aturan membolehkan hal itu. Apalagi  berdasarkan sejumlah fakta penyidikan yang telah dilakukan terkait kasus tersebut.

“Ia lah (masih berpeluang tersangka), ya aturan membolehkan itu, ya jelas ya apa yang dianggap hakim kurang kita akan penuhi meski pun kan ini penyidiknya  dari kepolisian jadi nanti kita koordinasi dengan kepolisian  mencari solusi soal apa yang diputuskan oleh majelis hakim,” paparanya.

Untuk diketahui, Odie Orno ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pengadaan speedboat pada dinas perhubungan Maluku Barat Daya Tahun 2015 senilai Rp 1,5 miliar pada 12 Januari 2021 lalu.

Selain Odie Orno, Rego Kontul sebagai Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dan Margaretha Simatauw sebagai Direktur CV. Tri Putra Fajar juga ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut. (KPL)

Berita Terkini

2 Bocah di Ambon Tersert Banjir di Sungai, Satu Korban Hilang

AMBON,KAMPIUN.CO.ID-Dua bocah di kawasan Ahuru, Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Ambon terseret banjir di sungai saat hujan lebat mengguyur...

Berita Terkait