Kasus Penangkapan Aktivis HMI di Ambon Resmi Dilaporkan ke Mabes Polri

Baca Juga

AMBON,KAMPIUN.CO.ID-Kasus penangkapan aktivis HMI, Risman Soulissa oleh sejumlah anggota polresta Pulau Ambon resmi dilaporkan tim kuasa hukum dari LBH Muhamadiyah Maluku ke Mabes Polri di Jakarta, Kamis (12/8/2021).

Kuasa hukum Risman, M. Nur Latuconsina mengatakan pihaknya  resmi mengadukan kasus itu ke Mabes Polri  untuk melaporkan tindakan sewenang-wenang yang dilakukan pihak kepolisian Polresta Pulau Ambon saat penangkapan Risman Solissa atas dugaan kasus pelanggaran UU ITE.

“Kita sudah melaporkan kasus ini ke Mabes Polri, kami meminta agar semua penyidik yang menangani kasus ini diperiksa Propam Mabes Polri,” kata Latuconsina dalam keterangan tertulis yang diterima kampiun.co.id, Kamis malam.

Dalam surat aduan tersebut, tim penasehat hukum Risman meminta agar aparat penegak hukum dapat meninjau ulang pemidanaan kasus-kasus pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik menyusul terbitnya Surat Keputusan Bersama tentang Pedoman Implementasi UU ITE.

Saat ini penyidik telah melimpahkan berkas dan tersangka Risman jaksa penuntut umum untuk diproses lebih lanjut.

Menurtu Latuconsina penangkapan terhadap Risman tidak berdasar.  Risman juga ditangkap polisi layaknya teroris dan tidak sesuai dengan ketentuan pasal 18 ayat 1, 2 dan 3 KUHAP serta mengabaikan Surat Edaran Kapolri No.SE/2/11/2021.

Baca Juga :   Nyawa Firman Melayang di JMP, Semua Berawal Dari Pesta Miras

Latuconsina menambahkan laporan ke Mabes Polri itu dilakukan dengan harapan Kapolri bisa mengevaluasi seluruh jajarannya baik di Polda Maluku maupun Polresta Pulau Ambon atas kasus tersebut.

“Kapolri harus bisa mengembalikan kepercayaan masyarakat dengan mengevaluasi jajarannya dalam hal ini Kapolda Maluku dan Kapolresta Pulau Ambon,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, seorang aktivis HMI Cabang Ambon, Risman Soulissa ditangkap sejumlah polisi di kawasan Poka, Kecamatan Teluk Ambon pada Minggu malam (25/7/2021).

Mahasiswa Universitas Pattimura Ambon ini ditangkap setelah memposting ajakan demo menolak PPKM di Ambon dan seruan menurunkan Presiden Joko Widodo dan gubernur Maluku, Murad Ismail di akun facebook pada 21 Juli 2021. (KPI)

Baca Juga :   Mahasiswa Papua di Ambon Deklarasi Dukung PON XX

Berita Terkini

2 Bocah di Ambon Tersert Banjir di Sungai, Satu Korban Hilang

AMBON,KAMPIUN.CO.ID-Dua bocah di kawasan Ahuru, Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Ambon terseret banjir di sungai saat hujan lebat mengguyur...

Berita Terkait