Kalahkan Polda Maluku di Sidang Praperadilan, Status Tersangka Odie Orno Gugur

Baca Juga

AMBON,KAMPIUN.CO.ID-Tersangka kasus korupsi pengadaan empat unit speedboat di Dinas Perhubungan dan Infokom Kabupaten Maluku Barat Daya, Tahun 2015, Desianus Orno alias Odie Orno menang  melawan Ditreskrimsus Polda Maluku di sidang praperadilan yang berlangsung di Pengadilan Negeri Ambon, Senin (30/8/2021).

Dalam sidang yang berlangsung secara virtual itu hakim Pengadilan Negeri Ambon mengabulkan permohonan praperadilan pemohon, Odie yang juga adik kandung dari Wakil Gubernur Maluku, Barnabas Orno ini.

Dikabulkannya praperadilan dari pemohon oleh hakim, membuat status tersangka yang ditetapkan penyidik Ditreskrimsus Polda Maluku dinyatakan gugur.

Dalam sidang praperadilan itu, hakim Lucky Rumbot Kalola mengabulkan lima poin dari enam permohonan pemohon yang di ajukan.

Pertama, mengabulkan permohonan pemohon untuk seluruhnya.

Kedua, menyatakan tindakan termohon (Ditreskrimsus) menetapkan pemohon sebagai tersangka tindak pidana korupsi sebagaimana diatur dalam pasal 2 ayat 1 dan atau Pasal 3 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana koruosi yang tertuang dalam surat penetapan tersangka nomor SP. Asts/01/I/2021/Ditreskrimsus, tanggal 12 Januari 2021, tidak sah.

Ketiga, menyatakan Surat Perintah Dimulainya Penyidikan yang diterbitkan termohon nomor: SP. Sidik/16/IX/2017/Ditreskrimsus tanggal 29 September 2017, tidak sah.

Baca Juga :   Vaksinasi Merdeka Dimulai, Polda Maluku Sasar Rumah Ibadah, Kampus hingga Komunitas

Keempat, memerintahkan termohon untuk merehabilitasi nama baik pemohon.

Kelima, menyatakan penetapan status termohon (terhadap pemohon) sebagai tersangka tidak sah menurut hukum.

Sedangkan poin yang tidak dikabulkan yakni memerintahkan termohon untuk menghentikan pemeriksaan penyidikan atas diri pemohon dalam perkara a quo.

Sidang putusan praperadilan yang digelar secara virtual ini dihadiri tim kuasa hukum pemohon, yakni Herman Koedoeboen, Firel Sahetapy, Henry Lusikooy dan tim hukum Polda Maluku.

Salah satu kuasa hukum Odie Orno, Hendrik Lusikooy mengatakan pada sidang pokok perkara yang akan berlangsung Selasa (31/8/2021), agenda dakwaan akan meminta penetapan berdasarkan keputusan praperadilan perkara tersebut tidak lagi dilanjutkan.

Baca Juga :   Gelar Aksi Solidaritas, Warga Muslim Maluku Panjatkan Doa Lindungi Warga Palestina

“Kita akan minta surat penetapannya agar perkara tidak lagi dilanjutkan karena sudah ada putusan praperadilan,”kata Hendrik kepada wartawan usai sidang praperadilan.

Terkait putusan hakim tersebut, Dirkrimsus Polda Polda Maluku, Kombes Eko Santoso enggean menanggapi panjang lebar  hasil praperadilan tersebut.

Ia hanya mengaku perkara tersebut telah dilimpahkan ke kejaksaan

“Jadi gini perkara itu sudah dilimpahkan ke Jaksa, jadi kewenangan kita sudah tidak ada lagi itu sudah menjadi kewenangan jaksa,” katanya.

Eko mengaku hingga saat ini ia belum menerima salinan putusan hakim, sehingga ia belum bisa berkomentar panjang lebar soal putusan tersebut.

“Gini nanti kalau soal tanggapannya nanti Kabid Humas Polda, saya juga kan belum terima amar putusannya. Tapi secara umum perkara itu sudah dilimpahkan ke jaksa jadi sudah menjadi kewenangan jaksa,” ungkapnya. (KPL)

Sumber: Kompas.com

Berita Terkini

2 Bocah di Ambon Tersert Banjir di Sungai, Satu Korban Hilang

AMBON,KAMPIUN.CO.ID-Dua bocah di kawasan Ahuru, Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Ambon terseret banjir di sungai saat hujan lebat mengguyur...

Berita Terkait