Wadek Fisip Unpatti: Ada Orang bisa Pecahkan Masaalah Tanpa Mengenyam Pendidikan Tinggi, Namanya Adalah. . .

Baca Juga

AMBON,KAMPIUN.CO.ID – Wakil Dekan Bidang Akademik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon, Dr. Zainal A. Rengifurwarin, M.Si. mengatakan, kaum Intelektual ialah orang yang memiliki kemampuan, ilmu, dan pengetahuan yang kemudian digunakan untuk bisa mencari solusi.

Hal itu disampaikan Rengifurwarin dalam kegiatan Seminar Dialog Kebangsaan yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fisip Unpatti, dalam rangka memperingati hari lahir Pancasila 1 Juni 1945, Kamis (10/6/2021)

“Jadi setinggi dinamika apapun orang berdiskusi, tetap harus menempuh jalan terakhir dengan musyawarah dan mufakat,” ucap Rengifurwarin dihadapan mahasiswa yang menjadi peserta dalam Dialog Kebangsaan itu.

Kata Dia, bukan hanya masyarakat, namun mahasiswa yang menjadi agent of change, menjadi sosial control, menjadi model sebagai mahasiswa orang-orang yang terpandai itu harus menjadi contoh.

Selain itu, Rengifurwarin juga mengatakan, kepintaran bukan hanya orang yang bisa bercakap-cakap, tapi kepintaran itu harus di implementasikan. Karena itu, ada istilah pintar, cerdik dan pandai. Bahkan ada yang menyebut istilah Intelektualitas Cendekia.

Baca Juga :   Mahasiswa UGM juga Pilih Kuliah Jurusan Agrobisnis Perikanan Unpatti dalam Program MBKM

“Ada orang yang mungkin tidak menikmati pendidikan yang tinggi, tetapi dia mampu mendaratkan teorisasi dan konsep yang dipahami untuk bisa memecahkan masalah di tengah masyarakat. Dia namanya intelektualitas cendekiawan,” ungkapnya.

Rengifurwarin mencontohkan, cendekiawan muslim itu, kata dia, tidak menghuni hanya orang-orang yang berpendidikan tinggi saja. Namun, orang yang memiliki kepekaan sosial yang tinggi terhadap problem yang ada di tengah masyarakat merasa tidak akan puas dengan hidupnya kalau tidak mampu menawarkan solusi yang efektif untuk mengatasinya.

“Jadi semua itu berujung kepada komitmen kita untuk bisa menawarkan yang terbaik bagi kehidupan masyarakat. Kalau tidak mahasiswa siapa lagi? Bung Karno bahkan mengatakan, berikan saya 10 orang pemuda untuk mengguncangkan dunia. Karena itu, pemuda itu termasuk mahasiswa yang memiliki peran strategis untuk bisa menyambung kepemimpinan kita di masa depan,” jelas Rengifurwarin. (Abdul)

Baca Juga :   Mahasiswa Unpatti Ikut Seleksi Kompetisi Nasional MIPA
Wadek Fisip Unpatti: Ada Orang bisa Pecahkan Masaalah Tanpa Mengenyam Pendidikan Tinggi, Namanya Adalah. . .

Berita Terkini

Konvoi Terus Berlanjut, Satgas Covid-19 Ingatkan Warga Ambon Tahan Diri

AMBON,KAMPIUN.CO.ID-Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kota Ambon, meminta seluruh warga Kota Ambon khususnya para mendukung Negara-negara yang berkompetisi di turnamen...

Berita Terkait