Upah Pekerja Dibawa Kabur Jadi Kendala Pasar Tehoru Lama Tak Difungsikan, Ini Kata Camat

Baca Juga

AMBON, KAMPIUN.CO.ID – Pasar Tehoru di Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) yang dibangun sejak tahun 2017 lalu hingga kini belum juga difungsikan.

Padahal telah menghabiskan anggaran sebesar Tiga Miliyar Empat Ratus Enam Puluh Delapan Juta, Empat Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah) yang sumber anggarannya berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Malteng 2017.

Pasar yang dibanguan diatas lahan reklamasi, yang dikerjakan CV. Bhineka Konstruksi itu tak bisa difungsikan lantaran menyisahkan masaalah meski pengerjaannya rampung 100 persen.

Diketahui, penyebab pasar belum juga dufungsikan hingga kini lantaran terkendala upah pekerja yang belum juga dibayarkan oleh pihak perusahaan dalam hal ini kontraktor yang mengerjakan proyek pasar itu.

” Kendalanya itu, para pekerja belum dibayar upahnya, tapi sekarang sudah kita selesaikan, ” ujar Camat Tehoru, Abdul Latif Key kepada Kampiun.co.id, lewat sambungan telfon Rabu (2/06/2021).

Kata Camat, para pekerja yang upahnya belum dibayar itu disebabkan kelalaian dari pihak perusahaan dimana anggaran yang diperuntukan untuk membayar upah pekerja dibawa kabur oleh pengawas pekerjaan pasar itu.

” Jadi uangnya dibawa lari oleh pengawas, sehingga upah para pekerja belum dibayar, itu yang jadi kendala sampai saat ini pasar itu belum juga difungsikan, ” ungkapnya.

Baca Juga :   Berburu Kusu di Taman Manusela, 2 Warga Waipia Ditangkap, Senapan dan Peluru Ikut Disita

Namun, kata Camat persoalan tersebut sudah diselesaikan setelah pemerintah daerah turun tangan dengan melunasi upah para pekerja, sehingga pembangunan pasar itu tidak lagi ada masalah.

Sementara itu, terkait sejumlah warga yang rumahnya dibongkar diatas lahan didirikannya bangunan pasar juga tidak ada masaalah.

Kata Camat, pernyataan sekelompok orang yang mengatsnamakan warga negeri Tehoru terkait pembongkaran rumah tanpa musyawarah adalah tidak benar.

Justru kata dia, pembangunan pasar dapat berjalan setelah ada kesepakatan bersama dalam musyawarah yang dihadiri sejumlah tokoh masyarakat, pejabat desa kala itu dan masyarakat yang mendiami lahan dibangunnya pasar itu.

Baca Juga :   Berburu Kusu di Taman Manusela, 2 Warga Waipia Ditangkap, Senapan dan Peluru Ikut Disita

Dalam pertemuan bersama itu kata Camat disepakati akan dibangun pasar diatas lahan itu dengan catatan rumah warga yang dibongkar akan mendapatkan tempat di pasar itu.

” Jadi mereka dengan kerelaan sendiri membongkar rumahnya, karena daerah itu kan lahan pemerintah dengan persetujuan mereka akan diakomodir di dalam pasar, jadi tidak ada masaalah, ” tutupnya. (K-B)

Upah Pekerja Dibawa Kabur Jadi Kendala Pasar Tehoru Lama Tak Difungsikan, Ini Kata Camat

Berita Terkini

Pasukan Lapis Kedua Italia Tundukkan Wales di Olimpico Roma

AMBON,KAMPIUN.CO.ID-Italia kembali memetik kemenangan kala bersua Wales di matchday ketiga Euro 2020 yang berlangsung di Stadio Olimpico, Roma, Italia,...

Berita Terkait