Tiga Jenderal Kandidat Pengganti Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Siapa Saja?

Baca Juga

AMBON.KAMPIUN.CO.ID – Isu pergantian Panglima TNI kembali mengapung seiring bakal pensiunnya Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto saat ini pada akhir tahun nanti.

Tiga jenderal yang merupakan kepala staf masing-masing angkatan pun berpeluang menggantikan Hadi Tjahjanto sebagai Panglima TNI.

Mulai dari KASAD Jenderal TNI Andika Perkasa, KASAL Laksamana TNI Yudo Margono dan KASAU Marsekal Fadjar Prasetyo. Siapa yang berpeluang?

Berikut ini KompasTV rangkumkan dari berbagai sumber rekam jejak masing-masing kepala angkatan tersebut:

1.Jenderal TNI Andika Perkasa

Andika Perkasa lahir di Bandung, Jawa Barat pada 21 Desember 1964. Ia merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) Magelang tahun 1987.

Andika menjadi jenderal TNI yang memiliki gelar akademik sangat panjang. Di belakang namanya tercantum titel S.E., M.A., M.Sc., M.Phil., Ph.D.

Diketahui pula, Andika adalah lulusan The Military College of Vermont, Norwich University (Northfield, Vermont, USA), National War College, National Defense University (Washington D.C., USA).

Ia juga lulus dari kampus ternama lainnya, Harvard University (Massachusetts, USA) dan The Trachtenberg School of Public Policy and Public Administration, The George Washington University (Washington D.C., USA).

Selain pendidikan umum, Andika pernah mengikuti Sesarcab Infanteri, Pendidikan Komando. Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) (Lulusan Terbaik Susreg XXXVII 1999/2000), Sesko TNI hingga Lemhannas RI

Sejumlah prestasi ditorehkannya. Melansir surya.co.id, Kamis (22/11/2018) rekam jejak militernya dimulai ketika lulus Akmil1987. Setelahnya Andika menjalani pendidikan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) (Lulusan Terbaik Susreg XXXVII 1999/2000).

Andika kemudian bergabung dengan Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Di Korps Baret Merah ini karirnya juga sangat cemerlang.

Ia pernah menjabat sebagai Komandan Peleton (Danton) Grup 2/Para Komando Kopassus (1987), Komandan Unit 3 Grup 2/Para Komando Kopassus (1987) hingga Komandan Tim 3 Sat Gultor 81 (1995).

Karir militer Andika sangat panjang dan cemerlang hingga terakhir dirinya menjabat sebagai Pangkostrad.

2. Laksamana TNI Yudo Margono

Laksamana TNI Yudo Margono saat ini menjadi Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) merupakan alumnus Akademi Angkatan Laut (AAL)angkatan ke-XXXIII/tahun 1988.

Yudo pernah menjabat sebagai Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I (Pangkogabwilhan I) sejak 24 September 2019.

Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I atau Kogabwilhan I adalah komando utama operasi Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Kogabwilhan I merupakan satuan baru yang langsung berada di bawah komando Panglima TNI.

Markas Kogabwilhan I berada di Jalan MT Haryono Km 3,5 Tanjung Pinang, Kepulauan Riau.

Pangkogabwilhan I mempunyai wilayah kerja yang mencakup daratan, laut dan udara.

Wilayah darat meliputi Pulau Sumatera, DKI, Banten, Jawa Barat, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah.

Adapun wilayah laut mencakup perairan di sekitar Sumatera, DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI-1) beserta perairan sekitarnya.

Kawasan udara mencakup wilayah di atas Sumatera, DKI jakarta, Banten, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan ALKI-1 beserta perairan sekitarnya.

Yudo juga sempat menjabat sebagai Panglima Komando Armada 1.

Ia lahir di Madiun, Jawa Timur, 26 November 1965. Berikut pendidikan militer Laksamana Madya Yudo Margono :

– AAL (1988)

– Kursus Korbantem (1989)

– Kursus Perencanaan Operasi Amphibi (1990)

– Kursus Pariksa (1992)

– Dikspespa/Kom Angkatan 6 (1992/1993)

– Diklapa ll/Koum Angkatan 11 (1997/1998)

– Seskoal A-40 (2003)

– Sesko TNI A-38 (2011)

– Lemhannas Rl PPRA A-52 (2014)

Karier militer :

– Asisten Perwira Divisi (Aspadiv) Senjata Artileri Rudal di KRI YNS 332 (1988)

– Kadep Ops KRI Ki Hajar Dewantara 364

– Palaksa KRI Fatahillah 361

– Komandan KRI Pandrong 801

– Komandan KRI Sutanto 877

– Komandan KRI Ahmad Yani 351

– Komandan Lanal Tual (2004—2008)

– Komandan Lanal Sorong (2008—2010

Komandan Satkat Koarmatim (2010—2011)

– Komandan Satkor Koarmatim (2011—2012)

– Komandan Kolat Armabar (2012—2014)

– Paban II Opslat Sops Mabesal (2014—2015)

– Komandan Lantamal I Belawan (2015—2016)

– Kepala Staf Koarmabar (2016—2017)

– Pangkolinlamil[1][2][3] (2017—2018)

– Pangarmabar (2018)

– Pangarmada I (2018—2019)

– Pangkogabwilhan I (2019—2020)

– Kasal (mulai 2020 – )

3. Marsekal TNI Fadjar Prasetyo

Marsekal Fadjar Prasetyo sebelum menjadi KASAU mengemban tugas sebagai Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan II (Pangkogabwilhan II).

Fadjar merupakan lulusan Akademi Angkatan Udara (AAU) tahun 1988.

Pria kelahiran Jakarta, 9 April 1966, itu mulai meniti karier militernya sebagai sebagai penerbang A-4 Skyhawk di Skuadron 11 Lanud Sultan Hasanuddin pada tahun 1990 hingga 1995.

Sejak 1995, dia ditugaskan menjadi perwira penerbang di Skuadron Udara 17 Lanud Halim Perdanakusuma. Dia menerbangkan pesawat Fokker F-28 dan Boeing B-707.

Selanjutnya, menjadi Komandan Skuadron Udara 17 dan menerbangkan Boeing 737-200. Fadjar pun sempat menjadi Atase Pertahanan.

Fadjar juga pernah menjabat sebagai Direktur Pendidikan dan Latihan (Dirdiklat) Komando Pendidikan dan Latihan Angkatan Udara.

Pada tahun 2016 hingga 2018, Fadjar diberikan amanah untuk menjabat sebagai Danlanud Halim Perdanakusuma ke-39.

Kariernya pun makin moncer, Fadjar menduduki posisi penting, seperti Panglima Komando Operasi TNI AU (Pangkoopsau) I pada tahun 2018-2019.

Saat itu, Fadjar dinilai sukses melaksanakan berbagai tugas operasi, seperti operasi Lintas Rajawali, Tangkal Rajawali, Kawal Rajawali, Sayap Rajawali, Lintas Udhaya, serta latihan Jalak Sakti.

Dalam operasi tersebut, Fadjar juga berhasil mencatatkan prestasi yang baik karena dalam pelaksanaan operasinya berlangsung aman dan lancar dengan predikat zero accident.

Selain itu, Fadjar juga berhasil membawa Koopsau I membantu pemerintah dalam berbagai bidang sosial dan kemanusiaan.

Misalnya, Operasi TMC, menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera dan Kalimantan, penanggulangan bencana gempa bumi di Palu, serta evakuasi korban unjuk rasa di Wamena.

Kala itu, dia mengadakan program karya bakti, baik dalam bentuk bedah rumah, renovasi tempat ibadah, operasi mata katarak, maupun pengobatan gratis lainnya.

Dalam program itu, dia juga memberikan paket sembako kepada sejumlah masyarakat yang membutuhkan.

Sebelum ditunjuk menjadi KASAU, Fadjar menduduki jabatan Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) II, sebuah organisasi TNI yang baru diresmikan oleh Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto pada tahun 2019.

Berikut riwayat Jabatannya :

– Pa Pnb Skadud 11 Lanud Hasanuddin

– Kasubsilat Silat Disops Skadud 17 Lanud Halim P

– Instruktur Pnb Skadik 101 Lanud Adi

– Wadanyon III Resimen Chandradimuka Akmil

– Danskadud 17 Lanud Halim P

– Kasubdis SAR/VAL Dislambangjaau

– Atase Udara di Malaysia

– Dan Wing 1 Lanud Halim Perdanakusuma (2013)

– Paban VI/Binprof Sopsau

– Dirdiklat Kodiklatau

– Danlanud Halim Perdananakusuma (2016—2018)

– Pangkoopsau II (2018)

– Pangkoopsau I (2018—2019)

– Pangkogabwilhan II (2019—2020)

– Kasau (2020—). (KompasTV)

Berita Terkini

Guru SD di Buru Selatan Perkosa Cewek ABG, Setelah Pergoki Korban Lagi Begituan Sama Pacarnya

AMBON,KAMPIUN.CO.ID-LOS, seorang oknum guru sekolah dasar (SD) di Kecamatan Waesama, Kabupaten Buru Selatan, Maluku dilaporkan ke polisi karena diduga...

Berita Terkait