Talud Sepanjang 300 Meter di Tehoru Rusak Akibat Gempa

Baca Juga

AMBON,KAMPIUN.CO.ID-Gempa berkekuatan 6,1 magnitudo yang mengguncang Kabupaten Maluku Tengah tidak hanya merusak rumah-rumah warga tapi juga merusak infrastruktur lainnya.

Salah satu fasilitas yang ikut mengalami kerusakan akibat gempa yakni talud penahan gelombang yang ada di Dusun Mahu, Desa Tehoru.

Salah satu tokoh masyarakat dusun Mahu, Desa Tehoro, Hamsal Kinlihu mengatakan kerusakan talud penahan gelombang yang terjadi di dusun itu akibat gempa mencapai lebih daro 300 meter.

“Talud di sini juga rusak parah, semua lepas, itu panjangnya lebih dari 300 meter,” kata Hamsal kepada kampiun.co.id saat dihubungi dari Ambon, Rabu malam.

Ia mengaku selain merusak talud pantai, gempa tersebut juga menyebabkan terjadinya patahan di pseisir pantai dusun tersebut.

“Ada patahan juga di sini pas di belakang rumah saya, patahan panjangnya dari bibir pantai ke daratan itu sekitar 15 meter dan panjangnya ratusan meter,” ungkapnya.

Saat ini kata dia, seluruh warga di dusun Mahu tidak lagi berada di perkampungan mereka. Saat ini seluruh warga kampung telah mengungsi ke hutan di dusun tersebut.

“Saat ini kampung dalam kondisi kosong, semua sudah mengungsi ke gunung dan hutan,” ujarnya.

Baca Juga :   BPBD Malteng Salurkan Bantuan untuk Pengungsi Korban Gempa

Sekretaris Desa Tehoru, Subhan Kinlihu yang dihubungi secara terpisah juga mengakui bahwa telah terjadi patahan di desanya setelah kejadian gempa tersebut.

“Betul ada patahan di sepanjang pantai, sekitar 200 meter panjangnya,” akunya.

Sementara Kepala Badan penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Maluku Tengah Abdul Latif Key turut membenarkan adanya insiden tersebut.

“Betul ada patahan dan ada talud yang rusak,” uajrnya kepada kampiun.co.id.

Ia mengaku sampai malam ini pihaknya masih terus melakukan pendataan terhadap dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa tersebut.

Baca Juga :   Status Tsunami Dicabut, Bupati Abua Ajak Warga Pulang ke Rumah

“Tim kita masih berada di lapangan masih mendata terus,” ujarnya. (KPL)

Talud Sepanjang 300 Meter di Tehoru Rusak Akibat Gempa

Berita Terkini

Anggap Kedes Meyano Langgar Aturan, Fatlolon : Tersangka Korupsi Malah Dipertahankan

AMBON, KAMPIUN.CO.ID – Pelajar asal Desa Meyano Das, Kecamatan Kormomolin, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Alfin Fatlolon, angkat bicara terkait proses...

Berita Terkait