Polda Maluku Umumkan 7 Tersangka Baru Kasus Penipuan Yayasan Anak Bangsa

Baca Juga

AMBON,KAMPIUN.CO.ID-Kepolisian Daerah (Polda) Maluku mengumumkan tujuh tersangka baru dalam kasus penipuan yayasan anak bangsa (YAB).

Ketujuh tersangka baru itu yakni Bidadari,  Supici Leky Alias Ice, Lendy Latupatty, Ongen Miru, Berti Miru, Andreas dan Lucas Pattala.

“Ditreskeimum Polda Maluku kembali menetapkan 7 tersangka dalam kasus penipuan yang dilakukan oleh yayasan anak bangsa,” kata Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol. M Roem Ohoirat dalam keterangan tertulis yang diterima kampiun.co.id, Minggu (13/6/2021).

Mereka yang ditetapkam sebagai tersangka itu merupakan pengurus YAB dan kaki tangan dari Josefa Jenalia Kelbulan dan Sekretarisnya, Lambert W Miru ketua dan sekretaris YAB yang sebelumnya sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Ketujuh tersangka baru ini diketahui ikut terlibat dalam kasus penipuan yang mengakibatkan kerugian milyaran rupiah oleh masyarakat.

Setelah ditetapkan sebagai tersnagka, ketujuh tersangka itu langsung menjalani penahanan.

Diberitakan sebelumnya Josefa Jenalia Kelbulan dan Sekretarisnya, Lambert W Miru ketua dan sekretaris YAB ditetapkan sebagai tersangka penipuan oleh Polda Maluku pada 4 Mei 2021 lalu.

Kedua tersangka melancarkan aksi penipuan dengan cara menyosialisasikan kepada masyarakat bahwa YAB akan mendapatkan suport dana dari 6 Negara yakni Australia, Singapura, Thailand, Perancis, Korea Selatan dan Amerika Serikat.

Baca Juga :   Makan Uang Haram dari Bisnis Rapid Antigen Palsu, 6 Warga di Ambon Dibekuk Polisi

Tersangka lalu mengajak masyarakat yang mau menyetorkan dana kepada yayasan itu akan mendapat bantuan. Untuk mengelabui para korbannya kedua tersangka menggunakan istilah tender untuk mengumpulkan uang dari para korban.

Pertama, tender relawan. Bagi siapa yang menyetorkan dana Rp 250 ribu, maka akan mendapatkan bantuan sebesar Rp 15 juta.

Selanjutnya ada juga tender rumah ibadah. Menurut Harno bagi siapa yang menyetorkan dana Rp 1 juta, maka akan mendapatkan bantuan sebesar Rp 50 juta dengan rincian, Rp 30 juta untuk disumbangkan kepada rumah ibadah dan Rp 20 juta untuk penymbang.

Baca Juga :   Bahas Penerimaan Anggota Polri yang Betah, Akhmad Qadar Ginting: Dari Dulu Kita Sudah Terapkan Itu

Lalu ada juga tender relawan 45. Kepada masyarakat yang menyetor Rp 1 juta maka mereka  akan mendapatkan bantuan Rp 45 juta.

Selanjutnya ada yang namanya tender relawan lepas. Siapa yang menjadi relawan lepas dan menyetor Rp 1 juta akan mendapatkan bantuan atau bonus Rp 100 juta.

Dari aksi penipuan yang dilakukan itu, Polda mencatat ratusan warga mengalami kerugian hingga miliaran rupiah.

Atas perbuatan kedua tersangka tersebut, penyidik Subdit III Ditreskrimum Polda Maluku yang menangani kasus itu  menjerat kedua tersangka dengan Pasal 378, dan Pasal 372 KUHP dengan ancaman 4 tahun penjara. (KPL)

Polda Maluku Umumkan 7 Tersangka Baru Kasus Penipuan Yayasan Anak Bangsa

Berita Terkini

Anggap Kedes Meyano Langgar Aturan, Fatlolon : Tersangka Korupsi Malah Dipertahankan

AMBON, KAMPIUN.CO.ID – Pelajar asal Desa Meyano Das, Kecamatan Kormomolin, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Alfin Fatlolon, angkat bicara terkait proses...

Berita Terkait