Pipa PDAM Bocor Sebabkan Longsor dan Pengikisan Tanah, Pemkot Minta Warga Waspada

Baca Juga

AMBON,KAMPIUN.CO.ID-Pemerintah Kota Ambon meminta warga di Kelurahan Mangga Dua, Kecamatan Nusaniwe, Ambon agar lebih waspada menusul adanya pengikisan tanah yang disebabkan oleh bocornya pipa PDAM di kawasan tersebut.

Kebocoran sejumlah pipa PDAM di kawasan itu tidak hanya telah menyebabkan pengikisan tanah namun juga menyebabkan terjadinya longsor hingga mengakibatkan dua rumah warga di RT 001 RW 02 mengalami kerusakan.

“Warga juga harus mewaspadai di musim hujan ini perhatikan betul jangan sampai ada warga yang buang sampah di selokan karena itu nanti bisa menyebabkan longsor dan sebagainya,” kata Sekretaris Kota Ambon, Anthony Gustav Latuheru kepda waratwan saat meninjau lokasi tersebut, Minggu (6/6/2021).

Pengikisan tanah dan longsor di kawasan itu terjadi pada Jumat (4/6/2021) dua hari lalu. Kini warga yang rumahnya rusak tidak lagi bernai tinggal di rumah mereka karena takut musibah yang sama akan terjadi lagi.

Menurut Latuheru saat ini warga yang rumahnya mengalami kerusakan sementara tinggal di posko jemaat di kawasan tersebut.

Baca Juga :   Kursi Seretaris Kota Ambon Direbut 7 Pejabat, Ada Calon Dari NTT

“Ada posko pengungsi itu posko jemaat yang dibantu oleh Dinsos, sementara mereka di situ karena mereka juga khawatir untuk tidur di rumah,” katanya.

Menurut Latuheru, dari enam titik pipa yang mengalami kebocoran, lima titik sudah dapat diatasi dan hanya satu titik yang belum diketahui posisinya.

“Ada satu yang masih ada bocor dan PDAM akan menyelesaikan, dan kita tidak tahu mengapa belum diselesiakan apa pipa-pipa ini masih menjadi masalah,” ujarnya.

Musibah tersebut sendiri berpotensi mengancam keselamatan warga yang ada di kawasan tersebut, sebab titik longsor hanya berada beberpa meter dari tiga penampung air berukuran besar yang ada di kawasan itu.

Baca Juga :   Tandatangani Kerjasama Bidang Hukum Perdata dan TUN, Walikota: Kepentingannya Untuk Masyarakat

Warga sendiri mengakui pengikisan yang terjadi telah membuat tanah di kawasan itu menjadi labil. Warga bahkan mengaku pengisian itu juga membuat rongga di bawah tanah terbuka sehingga mengancam warga di sekitar tempat itu.

“Tanah dibawah ini sudah kosong jadi kita minta agar masalah ini secepatnya dapat diselesaikan,” kata Yunus Latekay warga setempat. (KPL)

Berita Terkini

Guru SD di Buru Selatan Perkosa Cewek ABG, Setelah Pergoki Korban Lagi Begituan Sama Pacarnya

AMBON,KAMPIUN.CO.ID-LOS, seorang oknum guru sekolah dasar (SD) di Kecamatan Waesama, Kabupaten Buru Selatan, Maluku dilaporkan ke polisi karena diduga...

Berita Terkait