Pilkades Serentak di Kota Ambon Digelar Tahun Ini, 2 Desa Berlangsung E-Votting

Baca Juga

AMBON.KAMPIUN.CO.ID – Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Kota Ambon akan digelar tahun ini. Untuk kepastiannya menunggu Peraturan Walikota (Perwali), sebagai dasar hukum pelaksanaannya.

Delapan Desa ditambah satu Negeri Adat yang akan mengikuti kentestasi electoral yang berlangsung 2021 tahun ini dua diantaranya mengawalinya dengan ujicoba pungut suara dengan menggunakan sistem elektronik (e-voting).

Sementara untuk Enam Desa dan Satu Negeri Adat lainnya masih menggunakan sistem pemilihan manual.

Karena berlangsung dalam kondisi pandemi pelaksanaanya pun dilangsungkan dengan tetap memperhtikan protokol kesehatan, sesuai ketentuan Permendagri Nomor 72 Tahun 2020, yang merupakan perubahan kedua terhadap Permendagri 112 Tahun 2014 tentang Pemilihan Kepala Desa, yang mana harus menyesuaikan dengan kondisi pandemi.

Demikian diungkapkan Kepala Bagian (Kabag) Tata Pemerintahan Sekretariat Kota Ambon, Emma Waliulu dalam keterangan persnya kemarin.

Kata Kabag, untuk pelaksanaan Pilkades serentak dengan menggunakan e-votting pihaknya telah menetapkan dua desa yaitu Latta dan Galala, sebagai tempat simulasi pelaksanaan e-voting yang berbasis teknologi.

“ Latta dan Galala menjadi pilihan karena jumlah Daftar Pemilih Sementara (DPS) di kedua Desa itu paling sedikit jumlahnya dibandingkan dengan desa lainnya dalam pilkades serentak,” kata Kabag.

Baca Juga :   Produk Pangan Lokal Harus Punya Kemasan Untuk Penuhi Kualitas Ekspor

Dijelaskan, dengan sistem e-voting proses pemberian suara akan lebih akurat, karena langsung terkoneksi dengan KTP elektronik. Oleh sebab itu, NIK masing – masing pemilih harus sudah ter -validasi pada Dinas Dukcapil Kota Ambon.

“Makanya pemerintah desa akan lakukan sosialisasi ke masyarakat. Aturan 6 bulan menetap harus punya kependudukan baru, tapi ternyata ada yang sudah pindah bertahun – tahun data KTP belum berubah,” ujarnya.

Hal lain yang harus di koordinasikan sebelum pelaksanaan Pilkades, menurut Kabag, terkait dengan pengadaan alat e-voting itu sendiri, yang hanya diperuntukan untuk maksimal 500 orang pemilih. Karenanya, ia berharap ada kebijakan khsusus, jika kelebihan jumlah pemilih tidak terlalu banyak.

Baca Juga :   Pemkot Jemput Bola, Vaksinasi Lansia Dilakukan Door to Door

“Masih kita konsultasikan ke Kemendagri, jika kelebihan pemilih tidak terlalu banyak tidak perlu kita pengadaan alat lagi,” ungkapnya.

Kabag optimis Pilkades serentak dapat terlaksana tahun ini, untuk itu dukungan dari semua pihak, termasuk masyarakat sangat diperlukan.

“Target untuk Pilkades serentak paling lambat bulan September tahun ini, untuk itu mohon dukungan dari semua masyarakat,” tandasnya.

Selain Desa Galala dan Latta, diketahui keenam Desa lainnya yang akan melaksanakan pilkades serentak antara lain; Wayame, Poka, Hunuth, Nania, Waiheru, serta satu negeri adat yakni Hative Kecil.(K-B)

Pilkades Serentak di Kota Ambon Digelar Tahun Ini, 2 Desa Berlangsung E-Votting

Berita Terkini

Konvoi Terus Berlanjut, Satgas Covid-19 Ingatkan Warga Ambon Tahan Diri

AMBON,KAMPIUN.CO.ID-Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kota Ambon, meminta seluruh warga Kota Ambon khususnya para mendukung Negara-negara yang berkompetisi di turnamen...

Berita Terkait