Pengungsi Gempa: Kami Butuh MCK dan Air Bersih, Itu yang Penting

Baca Juga

AMBON,KAMPIUN.CO.ID-Ribuan pengungsi korban gempa yang saat ini mengungsi di hutan dan lokasi perbukitan di sejumlah desa di Kecamatan Tehoru dan Teluti, Kabupaten Maluku Tengah mulai mengeluhkan berbagai masalah yang mereka alami di lokasi pengungsian.

Salah satu masalah yang dikeluhkan warga saat ini yakni tidak adanya fasilitas Mandi Cuci Kakus (MCK) di lokasi tempat mereka mengungsi.
Kondisi itu membuat warga terpaksa membuang hajat di hutan.

“Karena tidak ada MCK jadi terpaksa begitu, harus di hutan,” kata Halid Sanahiyo salah seorang warga Tehoru kepada kampiun.co.id via telepon seluler, Kamis (17/6/2021).

Ia mengaku bagi warga yang mengungsi di dekat perkampungan hal itu tudak menjadi soal, namun bagi warga yang mengungsi di hutan yang jauh dari perkampungan maka itu tentu menjadi masalah yang serius.

“Ada juga yang mengungsi di hutan yang jauh dari kampung, dan itu menjadi masalah,” katanya.

Selain fasilitas MCK, warga juga mengeluhkan kesulitan air bersih dan penerangan. Warga berharap pemerintah daerah bisa menyediakan fasilitas MCK dan air bersih bagi mereka di lokasi pengungsian.

Baca Juga :   Gempa 4,1 Magnitudo Guncang Kepulauan Banda, Tak Berpotensi Tsunami

“Karena MCK dan air bersih serta penerangan itu hal yang pang sangat dibutuhkan saat ini, itu paling penting bagi kami di sini,” ujarnya.

Selain tiga masalah tersebut, warga juga berharap pemerintah daerah dapat segera menyalurkan tenda, selimut, bahan makanan dan perlengkapan bayi dan ibu hamil di lokasi-lokasi pengungsian.

Terkait keluhan warga tersebut, Bupati Maluku Tengah Tuasikal Abua yang dikonfirmasi kampiun.co.id mengaku telah meninjau sejumlah lokasi pengungsian di wilayah itu bersama sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah lainnya.

“Tadi saya sudah ke lokasi pengungsian bersama BPBD, dinas sosial, dinas ketahanan pangan dan sejumlah OPD terkait nanti kita akan segera mengambil langkah soal itu,” ujarnya.

Baca Juga :   Tsunami Terjang Tehoru Setelah 2 Menit Gempa Guncang Maluku Tengah

Sebelumnya, gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,1 mengguncang Kabupaten Maluku Tengah pada Rabu (16/6/2021), pukul 13.43 WIT.

Gempa tersebut menyebabkan terjadinya tsunami setinggi 0,5 meter di wilayah tersebut. Gempa juga menyebabkan rumah-rumah warga di Kecamatan Tehoru mengalami kerusakan.

Selain itu sebuah masjid dan sebuah gereja di Desa Saunalu juga mengalami kerusakan ringan. Termasuk sebuah sekolah di Tehoru.

Gempa juga menyebabkan terjadi patahan di sepanjang pantai dusun Mahu, Desa Tehoru dan merusak talud penahan gelombang sepanjang 300 meter di desa tersebut.

Pascagempa, warga desa di pesisir Kecamatan Tehoru dan sejumlah warga di Masohi, Ibu Kota Maluku Tengah, memilih mengungsi ke dataran tinggi. (KPL)

Pengungsi Gempa: Kami Butuh MCK dan Air Bersih, Itu yang Penting

Berita Terkini

Anggap Kedes Meyano Langgar Aturan, Fatlolon : Tersangka Korupsi Malah Dipertahankan

AMBON, KAMPIUN.CO.ID – Pelajar asal Desa Meyano Das, Kecamatan Kormomolin, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Alfin Fatlolon, angkat bicara terkait proses...

Berita Terkait