Pasturi Dituntut 1 Tahun Penjara karena Palsukan Surat Rapid Antigen

Baca Juga

AMBON,KAMPIUN.CO.ID-Pasangan suami istri, Virginia Lohy dan Ronald Talaut dituntut selama satu tahun penjara oleh jaksa penutnut umum (JPU) di Pengadilan Negeri Ambon, Selasa (22/6/2021).

Keduanya harus duduk di kursi pesakitan lantaran terlibat dalam kasus pemalsuan surat Rapid Tes Antigen.

“Meminta kepada majelis hakim menjatuhkan pidana selama satu tahun penjara kepada kedua terdakwa,” kata  Beatrix M. Temmar di Pengadilan Negeri Ambon, Selasa.

JPU juga meminta agar majelis hakim tetap menahan kedua terdakwa.

Dalam sidnag dengan agenda pembacaan tuntutan itu, jaksa menilai  keduanya terbukti telah melanggar ketentuan pasal 263 ayat 1 KUHP Jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Kasus pemalsuan surat Rapid Antigen ini berawal  saat terdakwa Virginia memotret surat keterangan rapid perjalanan dan surat hasil pemeriksaan laboratorium yang ada di Travel Safira pada Januari lalu.

Setelah tiba di rumah, keduanya lalu meniru surat tersebut. Setelah itu mereka juga memesan cap dan kemudian membuat empat buah surat hasil Rapi Test Antigen palsu.

Tak hanya itu, para terdakwa juga ikut meniru tandatangan dari dari dokter dan dan juga penanggungjawab laboratorium. Empat surat antigen palsu itu dibuat dengan tujuan sebagai syarat bagi para terdakwa melakukan perjalanan ke Tual.

Baca Juga :   Pemerintah dan Pakar Sosiologi Komentari Kasus Pemalsuan Rapid Tes Antigen di Ambon, Apa Kata Mereka?

Namun aksi itu terbongkar setelah petugas kesehatan pelabuhan menemukana danya kejanggalan dalam surat tersebut. Mereka menemukan surat rapid test milik terdakwa itu tidak valid atau palsu.

Pasalnya saat divalidasi ternyata empat surat bebas Covid-19 itu tidak terdaftar dalam registrasi dalam buku registrasi pasien antigen di RST Ambon.

Saat itu juga para terdakwa langsung diamankan dan dilaporkan ke polisi.  (KPL)

 

Baca Juga :   Pemerintah dan Pakar Sosiologi Komentari Kasus Pemalsuan Rapid Tes Antigen di Ambon, Apa Kata Mereka?
Pasturi Dituntut 1 Tahun Penjara karena Palsukan Surat Rapid Antigen

Berita Terkini

Anggap Kedes Meyano Langgar Aturan, Fatlolon : Tersangka Korupsi Malah Dipertahankan

AMBON, KAMPIUN.CO.ID – Pelajar asal Desa Meyano Das, Kecamatan Kormomolin, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Alfin Fatlolon, angkat bicara terkait proses...

Berita Terkait