Menolak Direlokasi ke Pasar Transit Passo, PKL Pilih Berjualan di Halaman Kantor Walikota

Baca Juga

AMBON, KAMPIUN.CO.ID – Para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di Pasar Mardika kota Ambon menolak untuk direlokasi ke pasar Transit Passo. Penolakan ini disampaikan dalam pernyataan sikap PKL saat menggelar aksi unjukrasa di kantor Walikota Ambon, Senin (7/06/2021).

“ Kami menolak untuk direlokasi, bila Pemkot tidak mengindahkan tuntutan kami, maka kami akan melakukan katifitas jual beli di depan kantor Walikota Ambon,” demikian bunyi tuntutan PKL dalam pernyataan sikapnya itu.

Kata pendemo, para PKL menolak kebijakan Pemkot Ambon merelokasi mereka ke pasar Transit Passo bukan tanpa alasan, mereka menilai kebijakan tersebut sangat merugikan, karena menurut mereka  proses perputaran ekonomi menjadi lambat disebabkan karena lokasi pasar Transit passo yang tidak strategis jauh dari tempat tinggal para pedagang hingga menimbulkan ketidak nyamanan, jauh dari jangkauan masyarakat yang juga berpengaruh terhadap daya beli konsumen.

Terkait dengan kenyamanan para pedagang, hal ini telah di atur dalam Peratutan Daerah Kota Ambon nomor 10 tahun 2014 tentang pengendalian, pengaturan dan penataan Pedagang Kaki Lima dimaksudkan untuk memberikan perlindungan dalam menjalankan hak-haknya dan pemberdayaan agar keberadaannya memberikan nilai tambah atau manfaat bagi pertumbuhan perekonomian kota serta terciptanya lingkungan yang baik dan sehat.

Baca Juga :   Parkiran Sepi Pengunjung, Jukir di Jalan AY Patty Meringis

“ Padahal para pedagang telah memberikan kontribusi terhadap perputaran ekonomi di kota Ambon, namun hak para pedagang untuk mendapatkan perlindungan, kenyamanan dan keamanan dalam menjlanakan usaha tidak dipertimbangkan dalam proses relokasi ini, “ kata Ketua IMM Cabang Ambon, Hamja Loilatu dalam keterangannya saat memimpin jalannya aksi itu.

Meski menolak direlokasi, para PKL ini dalam pernyataan sikapnya justru mendukung kebijakan Pemkot Ambon dalam revitalisasi pasar Mardika Ambon dalam rangka penataan dan pembenahan.

Baca Juga :   Pilkades Serentak di Kota Ambon Digelar Tahun Ini, 2 Desa Berlangsung E-Votting

Mereka meminta pemerintah kota Ambon untuk menyediakan tempat yang memadai bila tetap pada keputusan melakukan relokasi.(K-B)

Berita Terkini

Guru SD di Buru Selatan Perkosa Cewek ABG, Setelah Pergoki Korban Lagi Begituan Sama Pacarnya

AMBON,KAMPIUN.CO.ID-LOS, seorang oknum guru sekolah dasar (SD) di Kecamatan Waesama, Kabupaten Buru Selatan, Maluku dilaporkan ke polisi karena diduga...

Berita Terkait