Masuk Musim Penghujan, Pengungsi Gempa Butuh Tenda, Selimut dam Kain Sarung

Baca Juga

AMBON,KAMPIUN.CO.ID-Ribuan pengungsi korban gempa di Kecamatan Tehoru dan Kecamatan Teluti, Kabupaten Maluku Tengah saat ini dalam kondisi memprihatinkan.

Hingga saat ini mereka masih tetap bertahan di sejumlah lokasi pengungsian karena banyak dari mereka yang rumah-rumahnya rusak dan sebagian lagi takut kembali karena gempa susulan masih terus terjadi.

Jamilah, salah satu warga mengaku saat ini mereka sangat membutuhkan tenda, selimut dan terpal di lokasi pengungsian. Sebab saat ini musim penghujan sedang terjadi di wilayah tersebut.

“Kami di sini sangat membutuhkan tenda, terpal dan seliumut, itu yang paling penting selain bantuan sembako,” kata Jamila kepada kampiun.co.id saat dihubungi dari Ambon, Kamis (17/6/2021).

Pascagempa 6,1 magnitudo yang mengguncang wilayah tersebut pada Rabu kemarin, ribuan warga langsung memilih mengungsi ke hutan dan lokasi ketinggian.

Menurut warga mereka sangat kesulitan untuk mendapatkan tenda sehingga mereka terpaksa tidur saling berdesakan.

“Karena belum dapat bantuan tenda. Kita juga disini butuh selimut karena saat ini sedang musim hujan,” ujarnya.

Dari data yang diperoleh kampiun.co.id, ada sebanyak 7.227 warga di Kecamatan Tehoru dan Teluti yang saat ini mengungsi di 17 titik lokasi pengungsian.

Baca Juga :   Gereja dan Masjid Serta Satu Sekolah di Tehoru Rusak Akibat Gempa

Dari jumlah warga yang mengungsi itu, lebih dari 650 orang merupakan bayi, sedangkan anak usia 6-12 tahun berjumlah lebih dari 1.000 orang. Selain itu ada sejumlah ibu hamil, ibu menyusui dan ribuan lanjut usia yang saat ini berada di lokasi pengungsian.

Salah satu relawan kemanusiaaan, Amin Silawane mengatakan selain membutuhhkan terpal, tenda dan selimut, ribuan pengungsi saat ini juga sangat membutuhkan makanan, obat-obatan susu dan perlengkapan bayi.

“Termasuk kelambu, pempres, kelambu, autan dan makanan bayi,” katanya kepada sentraltimur.com via telepon seluler.

Baca Juga :   Gubernur Maluku Imbau Warga di Daerah Rawan Gempa Tetap Waspada

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Maluku Tengah Abdul Latif Key mengaku saat ini pihaknya telah menyalurkan tenda, terpal dan tikar serta selimut untuk sejumlah pengungsi di beberapa titik lokasi pengungsian.

“Kita sudah salurkan tenda, tikar terpal dan selimut ke beberapa lokasi pengungsian,” katanya via WhatsApp.

Sebelumnya, gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,1 mengguncang Kabupaten Maluku Tengah pada Rabu (16/6/2021), pukul 13.43 WIT.

Gempa tersebut menyebabkan terjadinya tsunami setinggi 0,5 meter di wilayah tersebut. Gempa juga menyebabkan rumah-rumah warga di Kecamatan Tehoru mengalami kerusakan.

Selain itu sebuah masjid dan sebuah gereja di Desa Saunalu juga mengalami kerusakan ringan. Termasuk sebuah sekolah di Tehoru.

Gempa juga menyebabkan terjadi patahan di sepanjang pantai dusun Mahu, Desa Tehoru dan merusak talud penahan gelombang sepanjang 300 meter di desa tersebut.

Pascagempa, warga desa di pesisir Kecamatan Tehoru dan sejumlah warga di Masohi, Ibu Kota Maluku Tengah, memilih mengungsi ke dataran tinggi. (KPL)

Masuk Musim Penghujan, Pengungsi Gempa Butuh Tenda, Selimut dam Kain Sarung

Berita Terkini

Anggap Kedes Meyano Langgar Aturan, Fatlolon : Tersangka Korupsi Malah Dipertahankan

AMBON, KAMPIUN.CO.ID – Pelajar asal Desa Meyano Das, Kecamatan Kormomolin, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Alfin Fatlolon, angkat bicara terkait proses...

Berita Terkait