Kurangnya Kesadaran Berlalu Lintas, Kasat Lantas SBB: Saya Harap Masyarakat Taat

Baca Juga

AMBON,KAMPIUN.CO.ID– Kesadaran masyarakat dalam mematuhi peraturan berlalu lintas di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), hingga kini masih minim. Banyak pengendara yang ditemui sering tak menggunakan helm dan kelengkapan surat berkendaraan.

Dalam beberapa bulan terakhir, setidaknya Satuan Polisi Lalu Lintas (Satlantas) Polres Seram Bagian Barat, berhasil menjaring para pengendara yang terbukti melakukan pelanggaran lalu lintas.

“Kesadaran masyarakat di sini masih minim. Mungkin akibat Covid-19, sehingga mereka abai terhadap berbagai aturan lalu lintas. Banyak yang kita temui tidak menggunakan helm dan perlengkapan lain,” ungkap Kasat Lantas Polres SBB, Iptu. Chris Topel Souisa kepada Kampiun.co.id, di Jl Trans Seram Piru, Selasa (8/6/2021).

Meski begitu, dia mengaku, pihaknya sering melakukan pembinaan. Jadi, kalau ada pelanggaran-pelanggaran yang dianggap ringan, akan diberikan peringatan dengan cara membina mereka.

“Kalau ada yang bisa dibina, akan diarahkan untuk patuh dalam berlalu lintas. Sementara yang sifatnya berat serta berpotensi terjadi kecelakaan, akan kita tilang dan diproses hukum,” tegasnya.

Menurutnya, saat ini Lantas Polres SBB tengah fokus melakukan operasi yustisi protokol kesehatan (sweeping masker) Covid-19, bagi pengendara di Kota Piru. Karena Covid-19 pada beberapa daerah, di Indonesia saat ini alami peningkatan, terutama di daerah Jawa.

Baca Juga :   Kapolda Maluku Ingatkan Jajarannya Perpanjang PPKM Mikro

Kalau kedapatan ada pengendara yang tidak menggunakan masker, kata Chris, akan diarahkan untuk pakai, dan langsung mendapat pembinaan di tempat kejadian perkara (TKP).

“Kita akan arahkan pengendara untuk mematuhi protokol kesehatan, karena saat ini kasus Covid-19 di beberapa daerah alami peningkatan,” ungkapnya.

Chris menambahkan, untuk tingkat kecelakaan lalu lintas di SBB hingga pertengahan 2021 ini, mengalami penurunan. Memang pernah terjadi beberapa kasus.

Baca Juga :   Kecelakaan Maut Tewaskan 3 Warga Gemba, Sopir Avanza Resmi Jadi Tersangka

“Pernah terjadi kecelakaan lalu lintas, tapi jarang. Hanya terdapat dua kasus, satu di Desa Kamariang dan satunya lagi di Wael,” katanya.

Meski demikian, dia berharap, masyarakat tetap mamatuhi aturan lalu lintas, karena kebanyakan kasus kecelakaan di Maluku, terjadi pada pengendara yang tidak menggunakan helm.

“Sekitar 75 persen tingkat kecelakaan yang terjadi di Maluku. Itu karena pengendara tidak menggunakan helm,” katanya. (DBA)

Berita Terkini

Guru SD di Buru Selatan Perkosa Cewek ABG, Setelah Pergoki Korban Lagi Begituan Sama Pacarnya

AMBON,KAMPIUN.CO.ID-LOS, seorang oknum guru sekolah dasar (SD) di Kecamatan Waesama, Kabupaten Buru Selatan, Maluku dilaporkan ke polisi karena diduga...

Berita Terkait