Korupsi Anggaran BBM, Kadis Lingkungan Hidup Ambon Ditetapkan Jadi Tersangka

Baca Juga

AMBON,KAMPIUN.CO.ID-Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan (LHP) Kota Ambon, LI ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Negeri Ambon, Senin (7/6/2021).

LI ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penyimpangan penggunaan anggaran Bahan Bakar Minyak (BBM) tahun 2019-2020 di Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan (LHP) Kota Ambon, Senin (7/6/2021)

Dalam kasus ini, LI yang bertindak selaku kuasa pengguna anggaran.

Selain LI Kepala Seksi Pengangkutan Bidang Kebersihan, MYT yang menjabat sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), dan RMS, mantan Manajer sebuah SPBU di Ambon juga ikut ditetapkan sebagai tersangka.

“Menetapkan tiga tersangka, pertama LI selaku KPA, MYT selaku PPK dan pihak swasta berinisial RMS,” kata Kepala Kejaksaan Negeri Ambon D. Frits Nalle kepada wartawan di kantor Kejaksaan Negeri Ambon, Senin (7/6/2021).

Menurut Frits, dari hasil penyidikan, peran ketiga tersangka dalam kasus dugaan penyimpangan tersebut sangat dominan.

Ketiganya diduga telah menyelewengkan anggaran penggunaan BBM tahun 2019-2020 senilai Rp 5,6 miliar. Dalam kasus itu Negara dirugikan lebih dari Rp 1 miliar.

“Kerugian sementara berdasarkan perhitungan penyidik sebesar Rp 1 miliar lebih dan akan berkembang untuk tahun 2020,” kata Frits

Baca Juga :   Terobos Penjagaan, Keluarga Ambil Paksa Jenazah Covid-19 di RSUD Masohi

Menurutnya saat ini pihaknya masih terus berkoordinasi dengan Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Maluku untuk menghitung nilai kerugian penggunaan BBM tahun 2020.

“Sementara kita kordinasi dengan BPKP Perwakilan Maluku untuk perhitungan nilai kerugian Negara,” ujarnya.

Menurut First perbuatan ketiganya tersangka dinilai telah melanggar pasal 2 ayat (1) dan pasal 3 jo pasan 18 UU Nomor 31 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Tindak Pidana Pemberantasan koruosi Jo pasal 55, 56 KUHpidana.

Pengusutan kasus dugaan korupsi penyimpangan penggunaan anggaran BBM tahun 2019-2020 di Dinas (LHP) Kota Ambon ini dilakukan Kejari Ambon setelah ada temuan dugaan penyelewenangan dalam pengadaan BBM untuk operasional armada angkutan sampah di Ambon. (KPL)

Baca Juga :   Terobos Penjagaan, Keluarga Ambil Paksa Jenazah Covid-19 di RSUD Masohi

Berita Terkini

Guru SD di Buru Selatan Perkosa Cewek ABG, Setelah Pergoki Korban Lagi Begituan Sama Pacarnya

AMBON,KAMPIUN.CO.ID-LOS, seorang oknum guru sekolah dasar (SD) di Kecamatan Waesama, Kabupaten Buru Selatan, Maluku dilaporkan ke polisi karena diduga...

Berita Terkait