Kasus Pembobolan BNI Ambon, Kejari Selamatkan Uang Hasil Korupsi Senilai Rp 2,6 Milliar untuk Negara

Baca Juga

AMBON,KAMPIUN.CO.ID-Kejaksaan Negeri Ambon berhasil menyita uang tunai senilai Rp 2,6 miliar dari hasil kejahatan penggelapan dana nasabah dan tindak pidana pencucian uang yang terjadi di BNI Cabang Ambon dengan terdakwa Faradiba Yusuf, Cs.

Penyitaan uang tunai miliaran rupiah itu dilakukan setelah Mahkamah Agung mengeluarkan putusan yang berkekuatan hukum tetap atau inkracht pada 3 April 2021 lalu.

Selain uang tunai, Kejari Ambon juga menyita delapan unit mobil dan tiga unit bangunan. Setelah disita, bangunan dan delapan mobil mewah berbagai jenis tersebut selanjutnya akan akan dilelang atas nama negara.

Adapun delapan unit mobil yang disita itu yakni 1 unit Toyota Alpard, 1 unit Mitsubisi Pajero Sport, 2 unit honda HRV, 1 Unit Toyota Hi-lux, 1 unit Suzuki APV, 1 unit Toyota Rush dan 1 unit Toyota New Alpard.

Sedangkan dua bangunan rumah di kebun cengkeh, 1 unit bangunan rumah lantai dua di BTN Manusela dan 1 buah cincin berlian.

“Eksekusi barang bukti kasus BNI dilakukan untuk menyelamatkan uang Negara, dimana uang tunai sebesar Rp.2.693.200.000 akan disetor langsung ke rekening Kas Negara melalui Bank BRI,” ungkap Kepala kejari Ambon, Dian Fris Nalle dalam keterangan pers, Selasa (15/6/2021).

Baca Juga :   BNN Maluku Bongkar Jaringan Narkoba yang Melibatkan Napi dan Petugas Rutan

Dia merinci uang sebesar Rp.2.693.200.000 itu berhasil disita masing-masing dari Faradibha Jusuf sebesar Rp1.598.200.000, Kres senilai Rp.50 juta, Callu sebanyak Rp.35 juta, Natalia Kilikili senilai Rp. 340 juta, Frangky Akerina sebesar Rp.100 juta, Manaf senilai Rp.30 juta, Chen sebesar Rp.17,5 Juta.

Seluruh uang tersebut dirampas untuk negara, sedangkan uang sebesar Rp.20 juta yang disita dari William Fernandus dikembalikan untuk dipergunakan dalam perkara terdakwa.

Dia mengakui, barang bukti berupa uang tunai sudah diambil dari tempat penitipan barang bukti yang tersimpan di rekening Pengadilan Negeri, dan akan segera disetor ke kas negara melalui rekening BRI.

Baca Juga :   Miris! Calon Siswa Baru di Ambon Dicekal Pihak Sekolah Lantaran Mengenakan jilbab

Sedangkan terkait dengan denda para terpidana sesuai keputusan MA, akan diupayakan kepada masing-masing.

Dia menambahkan dalam waktu dekat, pihaknya juga dalam waktu dekat akan berkoordinasi dengan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) untuk melakukan pelelangan.

Untuk diketahui dalam keputusan MA, terpidana Faradiba Yusuf divonis 20 tahun denda Rp.1 M, dan membayar uang penganti sebesar Rp. 22.540.000.000.

Terpidana Marce Muskita divonis 7 tahun denda Rp.200 juta, Terpidana Kres Rumalewang divonis 18 tahun denda Rp.500 juta, Yosep Maitimu divonis 18 tahun denda Rp.500 juta, Andres Risal Yahya alias Callu divonis 7 tahun, dan Soraya Pelu divonis 15 tahun denda Rp.500 juta. (KPL)

Berita Terkini

Pesan Mengharukan Briptu Elizer ke Istri Sebelum Ditemukan Tewas Gantung Diri

AMBON,KAMPIUN.CO.ID-Seorang Anggota Satlantas Polres Maluku Barat Daya, Provinsi Maluku Briptu EB (28) alias Elizer ditemukan tewas diduga bunuh...

Berita Terkait