Kadis Lingkungan Hidup Jadi Tersangka, Wali Kota: Kita Hormati Proses Hukum

Baca Juga

AMBON,KAMPIUN.CO.ID-Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan (LHP) Kota Ambon, Lucia Isack telah resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penyalahgunaan anggaran Bahan Bakar Minyak (BBM) tahun 2019-2020 senilai Rp 5,6 miliar.

Penetapan Lucia sebagai tersangka diumumkan langsung Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Ambon, Dian Frits Nalle kepada waratwan, Senin (7/6/2021).

Dalam kasus itu, Kejari Ambon juga ikut menetapkan dua tersangka lain yakni Kepala Seksi Pengangkitan Bidang Kebersihan, yang juga sebagai Pejabat Pembuat Komitmen, Mauritsz Yani Talabessy dan seorang mantan manajer sebuah SPBU di Ambon, Ricky M Syauta.

Menanggapi status Kadis LHP yang kini sudah menjadi tersangka, Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy menyampaikan semua pihak harus menghormati proses hukum yang saat ini sedang berjalan di Kejari Ambon.

“Kan sudah (tersangka) to, saya menghormati betul poses hukumnya lalu mari kita ikuti saja perkembangannya,” kata Richard kepada wartawan di Ambon, Senin.

Richard mengatakan sebagai bentuk komitmen terhadap proses hukum yang saat ini berjalan, pihaknya kini telah menyiapkan pelaksana tugas untuk mengganti Lucia yang saat ini tengah menghadapi proses hukum.

“Bulti dari komitmen dan pemnghormatan (hukum) itu kita sudah tetapkan Plt untuk menjalakan tugas sambil menunggu ibunya memberikan perhatian kepada penanganan masalah itu,” ungkapnya.

Baca Juga :   Vaksinasi di Ambon Sudah Capai Target, Wali Kota Ingin 100 Persen

Ia mengakui selain Lucia yang menjabat sebagai kepala dinas, seorang pejabat LHP lainnya yang menjabat sebagai PPK juga ikut ditetapkan sebagai tersangka.

“Yang tersangka itu akdis sama PPK,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Kejaksaan Negeri Ambon menetapkan kepala dinas lingkungan hidup dan persampahan Kota Ambon, Lucia Isack dan dua orang lainnya yakni Kepala Seksi Pengangkitan Bidang Kebersihan, Mauritsz Yani Talabessy dan seorang mantan manajer sebuah SPBU di Ambon, Ricky M Syauta sebagai tersangka, Senin pagi tadi.

Baca Juga :   Wali Kota Bicara Ambon City of Musik di Konferensi Musik Internasional, Ini Tanggapan Menparkeraf Sandiaga Uno

Ketiganya ditetapklan sebagai tersangka karena diduga telah menyelewengkan anggaran penggunaan BBM tahun 2019-2020 senilai Rp 5,6 miliar. Dalam kasus itu Negara dirugikan lebih dari Rp 1 miliar.

Saat ini Kejari Ambon masih terus berkoordinasi dengan Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Maluku untuk menghitung nilai kerugian penggunaan BBM tahun 2020. (KPL)

Berita Terkini

Pratu BK yang Pukul KO 2 Polisi di Pos Mutiara Itu Petinju?, Ini Penjelasan Kodam

Oknum TNI yang Berkelahi dengan Polisi Dibilang Petinju, Begini Penjelasan Kodam Pattimiura AMBON,KAMPIUN.CO.ID-Sejumlah foto dan video Pratu BK, oknum TNI...

Berita Terkait