Jual Senjata ke Teroris di Papua, 2 Oknum Polisi Dihukum 7 Tahun Penjara

Baca Juga

AMBON,KAMPIUN.CO.ID-Dua anggota Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, San Herman Palijama alias Sandro (34), dan Muhammad Romi Arwanpitu alias Romi (38) divonis selama tujuh tahun penjara oleh majelis hakim pengadilan Negeri Ambon, Kamis (3/6/2021).

Kedua oknum anggota polisi ini divonis bersalah oleh pengadilan karena terbukti bersalah menjual senjata dan amunisi kepada teroris kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua.

Sidang dengan agenda pembacaan tuntutan yang berlangsung secara virtual ini dipimpin oleh hakim ketua, Pasti Tarigan.

“Menghukum para terdakwa selama tujuh tahun penjara,” kata majelis hakim saat membacakan amar putusan.

Selain dua oknum polisi tersebut, majelis hakim juga menghukum keempat terdawak lainnya selama karena terbukti terlibat dalam kasus tersbeut.
Mereka adalah Sahrul Nurdin (39), Ridwan Mohsen Tahalua (44), Handri Morsalim (43) dan Andi Tanan (50).

Hakim menilai para terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (1) Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 junto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Pasal 338 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Baca Juga :   Gempa Besar Guncang MBD, Warga Panik Berhamburan, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami

Putusan majelis hakim terhadap dua oknum polisi ini jauh lebih rendah dari tuntutan jaksa yang sebelumnya meminta agar kedua oknum polisi tersebut dihukum selama 10 tahun penjara.

Untuk diketahui, kasus penjualan senjata api ke kelompk terorris di Papua terbongkar setelah warga berinisial J ditangkap oleh aparat Polres Teluk Bentuni, Papua Barat, Rabu (10/2/2021).

Atas perintah Kapolda Maluku, Irjen Pol Refdi Andri, Polda Maluku langsung berkoordinasi dengan Polres Teluk Bentuni untuk menyelidiki kasus itu.

Adapun lokasi transaksi pembelian tiga pucuk senjata api itu terjadi di Kota Ambon. J datang langsung ke Kota Ambon untuk membeli tiga pucuk senjata api tersebut dari kedua terdakwa.

Baca Juga :   Densus 88 Tangkap 13 Terduga Teroris, Pasca Serangan Bom Bunuh Diri di Makassar

Setelah penyeludikan dilakukan, polisi kemudian menangkap keenam terdakwa lainnya dua dinataranya merupakan oknum anggota Polri yang bertugas di Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease yakni San Herman Palijama alias Sandro dan Muhammad Romi Arwanpitu alias Romi.

Selain dua anggota Polri dan empat warga lainnya, seorang oknum Anggota TNI dari kesatuan 733 Kabaressy juga ikut terlibat dalam kasus tersebut dan saat ini masih diproses di Danpom XVI Pattimura. (KPL)

Jual Senjata ke Teroris di Papua, 2 Oknum Polisi Dihukum 7 Tahun Penjara

Berita Terkini

Konvoi Terus Berlanjut, Satgas Covid-19 Ingatkan Warga Ambon Tahan Diri

AMBON,KAMPIUN.CO.ID-Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kota Ambon, meminta seluruh warga Kota Ambon khususnya para mendukung Negara-negara yang berkompetisi di turnamen...

Berita Terkait