Gempa Magnitudo 6.1, Warga Bikin Media Jejaring Pantau Kondisi Lapangan

Baca Juga

AMBON,KAMPIUN.CO.ID– Warga di lokasi pengungsian kian bertambah. Dari balita hingga lanjut usia (Lansia), kini mulai menempati tenda-tenda pengungsian, di wilayah pegunungan, Kecamatan Tehoru dan Teluti Kabupaten Maluku Tengah, Maluku.

Data dihimpun Kampiun.co.id, Kamis (17/6/2021) menyebut, banyak warga sudah diungsikan ke daerah pegunungan. Ihwal tersebut menyusul gempa magnitudo 6.1 mengguncang wilayah Tehoru dan Teluti, Rabu kemarin (16/6/2021).

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut, gempa tersebut berpotensi Tsunami. Sehingga menghimbau warga yang tinggal di pesisir pantai untuk naik ke dataran lebih tinggi, agar menghindari ancaman Tsunami.

Data manual terinci, jumlah warga yang mengungsi ke wilayah pegunungan sebanyak 287 orang. Terdiri atas warga dewasa 148, Lansia 8, ibu hamil 2, anak-anak 87, balita 30 dan bayi 12 orang. Data ini belum sepenuhnya valid, resminya ada pada instansi-instansi terkait.

Guna mengantisipasi kondisi dan situasi di Kabupaten Maluku Tengah tersebut, warga membentuk sebuah media jejaring yang dinamakan Kabar Tehoru-Teluti. Kabar Tehoru Teluti adalah media jejaring yang memantau secara intens perkembangan kondisi warga di lapangan, pasca gempa mangnitudo 6.1.

Berdasarkan identifikasi lapangan dari berbagai relawan yang tersebar di sejumlah desa, di Kecamatan Tehoru dan Telutih, serta sejumlah kota lain di Indonesia, terdapat beberapa kebutuhan mendesak yang mesti disikapi secara cepat oleh pemerintah.

Baca Juga :   Pengungsi di Desa Haya Keluhkan Sakit Diare, Batuk dan Gatal-gatal

Kebutuhan mendesak itu yakni, terpal, selimut, obat-obatan, makanan, susu bayi dan Lansia, popok bayi dan Lansia, senter atau penerang, tikar, air bersih untuk masak, jerigen atau tong, obat nyamuk, air bersih untuk mandi, fasilitas MCK darurat, kelambu, dan kebutuhan primer lainnya lagi.

Amin Silawane, Koordinator Penggalangan Wilayah Ambon mengaku, saat ini mereka tengah melakukan penggalangan dana untuk membantu warga di Kecamatan Tehoru dan Teluti.

Baca Juga :   Pengungsi di Desa Haya Keluhkan Sakit Diare, Batuk dan Gatal-gatal

“Hari ini kita lakukan penggalangan dana. Kita turun ke berbagai ruas jalan dan berharap uluran tangan dari semua orang. Aksi kemanusian ini kita lakukan untuk saudara-saudara kita yang terdampak gempa magnitude 6.1,” katanya saat dihubungi Kampiun.co.id, Kamis (17/6/2021).

Selain penggalangan, kata Silawane, pihaknya di Ambon juga akan mempresur berbagai kebutuhan yang dilaporkan langsung dari Tehoru dan Teluti. Jadi, segala hal berkaitan dengan kondisi warga di sana akan diupdate secara intens.

“Kita akan update dan presur berbagai kebutuhan yang dilaporkan oleh teman-teman jejaring di wilayah Tehoru- Teluti,” katanya. (DBA)

Gempa Magnitudo 6.1, Warga Bikin Media Jejaring Pantau Kondisi Lapangan

Berita Terkini

Anggap Kedes Meyano Langgar Aturan, Fatlolon : Tersangka Korupsi Malah Dipertahankan

AMBON, KAMPIUN.CO.ID – Pelajar asal Desa Meyano Das, Kecamatan Kormomolin, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Alfin Fatlolon, angkat bicara terkait proses...

Berita Terkait