Dinilai Arogan, LBH Pers Kecam Anggota DPRD Maluku yang Paksa Jurnalis Hapus Hasil Liputan

Baca Juga

AMBON,KAMPIUN.CO.ID– Intimidasi terhadap jurnalis di Kota Ambon kembali terjadi. Kali ini sikap mengekang kebebasan pers tersebut dialami Mesya Marasabessy, salah satu jurnalis perempuan dari TribunAmbon.com, di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Maluku.

Mesya, diduga dipaksa oleh Ketua Komisi III DPRD Maluku, Richard Rahakbauw (RR) untuk menghapus rekaman video yang dia ambil saat rapat terbuka di ruang Komisi, pada Jumat Pagi (4/6/2021).

Menyikapi sikap arogansi tersebut, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers Ambon mengecam tindakan Ketua Komisi III itu, karena dinilai telah mengekang kebebasan pers.

“Sikap Anggota DPRD tersebut sangat arogan dan melukai nilai-nilai kemerdekaan pers yang termaktub dalam UU Pers No 40/1999,” tegas Insany Syahbarwaty Program Manajer dan Ketua Divisi Non Litigasi LBH Pers Ambon, seperti rilis tertulis diterima Kampiun.co.id.

Sikap RR ini juga dinilai telah melanggar Pasal 8 UU Pers No 40/1999, yang menyebut jurnalis dalam pelaksanaan tugasnya dilindungi hukum.

“Kebebasan Pers dijamin dalam UU Pers, seperti termaktub dalam pasal 2 dan 4. Bahkan pasal 4 ayat 3 sangat jelas menyebutkan, pers nasional dalam hal ini jurnalis berhak mencari, memperoleh dan menyebarluaskan gagasan dan informasi,” tegasnya lagi.

Baca Juga :   AJI Medan Tuntut Polisi Usut Tuntas Pelaku Pembakaran Mobil Jurnalis Metro TV di Sergai

Berdasarkan kronologis diterima LBH Pers Ambon, memang terjadi tindakan pemaksaan untuk menghapus video bahkan membentak jurnalis perempuan tersebut. Tindakan ini bahkan terjadi di tengah rapat pengawasan APBD/APBN tahun anggaran 2020.

Rahakbauw selaku pimpinan rapat dengan suara keras membentak jurnalis perempuan itu agar segera menghapus rekaman dari smart phone miliknya.

“Siapa yang video? Hapus, hapus sekarang,” teriak Rahakbauw dalam rapat tersebut.

Anggota DPRD dari Fraksi Golkar itu kemudian memerintahkan staf DPRD untuk memeriksa smart phone serta menghapus rekaman tersebut.

Baca Juga :   AJI Medan Tuntut Polisi Usut Tuntas Pelaku Pembakaran Mobil Jurnalis Metro TV di Sergai

“Hei, periksa Hp-nya apakah dia sudah hapus atau belum, cepat periksa,” serunya.

Lantas, seorang staf yang berada di dalam ruangan rapat langsung mendatangi Mesya hendak menghapus rekaman video itu.

Mesya yang terintimidasi kemudian menghapus rekaman video berisi pemaparan kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Maluku, Muhammad Marasabessy dihadapan wakil rakyat itu.

Mesya dan para jurnalis lainnya kemudian diusir keluar dari ruang rapat. Padahal rapat tersebut terbuka dan harusnya diliput media.

Mesya sendiri saat melapor ke LBH Pers Ambon dalam kondisi syok dan kaget serta takut karena diserang dengan bentakan.

Atas kejadian ini, LBH Pers Ambon mendesak Badan Kehormatan DPRD Maluku memanggil dan mengevaluasi pelanggaran hukum yang sudah dilakukan RR.

LBH Pers Ambon sendiri masih akan melakukan konsolidasi nasional bersama LBH Pers di Indonesia lainnya, guna mengambil tindakan hukum atas pelanggaran kemerdekaan pers yang dilakukan RR. (DBA)

Berita Terkini

Pratu BK yang Pukul KO 2 Polisi di Pos Mutiara Itu Petinju?, Ini Penjelasan Kodam

Oknum TNI yang Berkelahi dengan Polisi Dibilang Petinju, Begini Penjelasan Kodam Pattimiura AMBON,KAMPIUN.CO.ID-Sejumlah foto dan video Pratu BK, oknum TNI...

Berita Terkait