Demo Kejati Maluku, Aliansi Mahasiswa Adat Welyhata Desak Tuntaskan Kasus Ilegal Loging

Baca Juga

AMBON,KAMPIUN.CO.ID– Puluhan pemuda yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Adat Wilyhata, menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku, Kamis (17/6/2021).

Pendemo menuntut Kejati Maluku, segera tuntaskan kasus illegal loging, dengan menginstruksikan Kejari Seram Bagian Timur (SBT) menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3).

Koordinator Aksi, Yosua Ahwalan menjelaskan, aksi yang dilakukan hari ini merupakan kali ke empat, dimana sebelumnya, ada beberapa tuntunan sudah dieksekusi Kejati Maluku.

“Berdasarkan hasil pertemuan dengan pihak Kejati dalam hal ini Kepala Asisten Intelejen Kejati, beliau mengatakan bahwa proses ini baru sampai pada tahap satu, dan secara kewenangan, itu bukan kewenangan Kejari,” katanya.

Menurut Yosua, persoalan tersebut masih menjadi kewenangan Polres SBT. Sehingga meminta kebijaksanaan Kejati Maluku untuk berkoordinasi dengan Polres SBT guna mempertanyakan, kira-kira apa kendalanya, sehingga tahap dua penyerahan barang bukti dan tersangka belum juga dilakukan?.

“Persoalan ini sudah tiga tahun berjalan. Terkait status tersangka pada kasus ini, kami telah sering kali melakukan aksi serupa, dan beberapa tuntutan juga sudah dilaksanakan, namun untuk laporan kepada pihak kepolisian hingga kini, belum jiga ditindak lanjuti,” ungkapnya.

Baca Juga :   Polri dan KPI Bahas Persiapan Hari Penyiaran Nasional

Dia menyebut, laporan yang dimasukan ke pihak kepolisian adalah dugaan ilegal loging. Dan hingga kini belum juga digubris Polda Maluku, padahal laporan tersebut sudah disampaikan sejak Agustus 2020.

Untuk itu pihaknya terus mendorong, agar proses hukum atas masalah ilegal loging yang menyeret Pimpinan CV. Sumber Berkat Makmur, Imanuel Kodarusman tetap diproses.

“Kemarin kasus ini sudah masuk pada tahap digelar sidang perdana, dengan agenda pembacaan terdakwa,” katanya.

Dia menegaskan, meskipun izin operasi sudah dicabut dan perusahaan tidak lagi beroperasi, namun selaku warga adat, mereka akan tetap mendorong kasus ini sampai pengadilan, agar Pimpinan CV. SBM dipidana sesuai tindakan yang diperbuat.

Baca Juga :   Tutup Pendidikan Pembentukan Bintara, Kapolda Maluku Lantik 231 Anggota Polri

Dia berharap, tuntutan aksi yang sudah disampaikan ke Kejati Maluku bisa terakomodir secepatnya. (GUS)

Demo Kejati Maluku, Aliansi Mahasiswa Adat Welyhata Desak Tuntaskan Kasus Ilegal Loging

Berita Terkini

Anggap Kedes Meyano Langgar Aturan, Fatlolon : Tersangka Korupsi Malah Dipertahankan

AMBON, KAMPIUN.CO.ID – Pelajar asal Desa Meyano Das, Kecamatan Kormomolin, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Alfin Fatlolon, angkat bicara terkait proses...

Berita Terkait