Bupati Abua: Obat-obatan dan Tenaga Medis untuk Pengungsi Segera Disalurkan

Baca Juga

AMBON,KAMPIUN.CO.ID-Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah akan segera menyalurkan bantuan obat-obatan dan tenaga medis kepada para pengungsi korban gempa bumi yang saat ini masih bertahan di sejumlah titik lokasi pengungsian.

Sejauh ini masih ada ribuan pengungsi yang bertahan di 17 titik lokasi pengungsian di hutan dan dataran tinggi yang tersebar di wilayah tersebut.

Bupati Maluku Tengah, Tuasikal Abua sesuai mengunjungi para pengungsi korban gempa mengaku akan segera menyalurkan bantuan obat-obatan dan juga tenaga medis untuk kebutuhan para pengungsi.

“Pertama untuk obat-obatan itu kita akan segera salurkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat, termasuk juga tenaga kesehatan,” katanya kepada kampiun.co.id saat dihubungi via telepon seluler, Kamis (17/6/2021).

Ia mengatakan bantuan obat-obatan dan tenaga medis bagi para pengungsi merupakan sebuah kebutuhan saat ini. Sehingga kebutuhan yang dianggap mendesak itu akan menjadi perhatian pemerintah daerah.

“Itu kebutuhan sudah tentu akan menjadi perhatian kita,” katanya.

Adapun soal keluhan tenda, MCK, air bersih, selimut, bahan makanan dan kebutuhan lainnya akan ditindaklanjuti selanjutnya.

“Makanya saat datang ke lokasi pengungsian tadi untuk mendata kebutuhan-kebutuhan apa saja yang dibutuhkan masyarakat saat ini,” katanya.

Baca Juga :   Gempa 5,0 Magnitudo Guncang Kepulauan Banda, Maluku Tengah

Abua sendiri telah mengunjungi sejumlah lokasi pengungsian di wilayah tersebut bersama dinas sosial ketahanan pangan, BPBD dan sejumlah instansi terkait lainnya.

Sebelumnya, gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,1 mengguncang Kabupaten Maluku Tengah pada Rabu (16/6/2021), pukul 13.43 WIT.

Gempa tersebut menyebabkan terjadinya tsunami setinggi 0,5 meter di wilayah tersebut. Gempa juga menyebabkan rumah-rumah warga di Kecamatan Tehoru mengalami kerusakan.

Selain itu sebuah masjid dan sebuah gereja di Desa Saunalu juga mengalami kerusakan ringan. Termasuk sebuah sekolah di Tehoru.

Gempa juga menyebabkan terjadi patahan di sepanjang pantai dusun Mahu, Desa Tehoru dan merusak talud penahan gelombang sepanjang 300 meter di desa tersebut.

Baca Juga :   Gempa Magnitudo 6.1, Warga Bikin Media Jejaring Pantau Kondisi Lapangan

Pascagempa, warga desa di pesisir Kecamatan Tehoru dan sejumlah warga di Masohi, Ibu Kota Maluku Tengah, memilih mengungsi ke dataran tinggi. (KPL)

Bupati Abua: Obat-obatan dan Tenaga Medis untuk Pengungsi Segera Disalurkan

Berita Terkini

Anggap Kedes Meyano Langgar Aturan, Fatlolon : Tersangka Korupsi Malah Dipertahankan

AMBON, KAMPIUN.CO.ID – Pelajar asal Desa Meyano Das, Kecamatan Kormomolin, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Alfin Fatlolon, angkat bicara terkait proses...

Berita Terkait