Bunuh Tetangga yang Dituduh Dukun Santet, Arkilaus Divonis Hukuman Mati

Baca Juga

AMBOM,KAMPIUN.CO.ID-Pengadilan Negeri Saumlaki, Kepulauan Tanimbar, Maluku, memvonis mati Arkilaus Enus (19) lantaram terbukti membunuh tetangganya, Samonici Luanmase (65).

Aksi pembunuhan yang dilakukan terdakwa terhadap korban itu berlangsung saat perayaan Natal 2020 lalu.

Hal itu tertuang dalam putusan PN Saumlaki yang dilansir website MA, Senin (31/5/2021).

Kasus ini bermula saat Arkilaus mendatangi rumah korban di Desa Rumahsalut, Kecamatan Wermaktian pada 25 Desember 2020 sore.

Saat melihat Samonici, Arkilaus langsung menghunuskan parang yang ia bawa. Secepat kilat, golok itu melayang berkali-kali ke tubuh Samonici hingga korban babak belur.

Kerabat yang ada di ruangan tersebut tidak sempat menolong sehingga Samonici meninggal dunia dengan sangat mengenaskan. Jari-jari tangan Samonici terpotong dan luka sayat di sekujur badan.

Arkilaus akhirnya ditangkap dan dibawa ke kepolisian. Dalam persidangan, Arkilaus mengaku ia membunuh Samoncini karena dendam dengan korban yangbia tuduh telah menyantet saudara kandungnya hingga meninggal dunia.

“Saya merasa dendam dan ingin membunuh korban karena saya merasa emosi akibat saudara perempuan saya meninggal dunia dan diduga meninggal karena disantet oleh korban,” tutur Arkilaus.

Atas berbagai pertimbangan, akhirnya majelis hakim.menjatuhkan hukuman mati kepada Arkilaus.

“Menyatakan Terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana melakukan pembunuhan yang direncakan terlebih dahulu. Menjatuhkan pidana kepada Terdakwa tersebut dengan pidana mati,” kata majelis yang diketuai Sahirman Jayadi dengan anggota Elfas Yanuardi dan Haru Manviska.

Baca Juga :   Motif Pembunuhan 2 Warga Tanimbar Terungkap, Pelaku Terancam Hukuman Mati

Majelis menyatakan hukuman mati dijatuhkan untuk mengembalikan segala sesuatunya kepada peringatan Tuhan, di mana keadilan atas namanya diucapkan, sehingga senantiasa diingatkan agar para saksi dan Terdakwa memberikan keterangan yang benar.

“Semata-mata agar majelis hakim tidak tersesatkan dan salah dalam menegakkan hukum dalam perkara ini,” tutur majelis.

Baca Juga :   7 Pelaku Pembunuh Petani di Pulau Buru Masih Belum Ditangkap

Di mata majelis, tidak ada hal yang meringankan dari Arkilaus. Hukuman mati ini jauh di atas tuntutan jaksa yang menuntut hanya 15 tahun penjara.

“Hal yang memberatkan yaitu cara-cara dan perbuatan Terdakwa sangat sadis ketika melakukan pembunuhan tersebut,” ucap majelis.(KPL)

Berita Terkini

Pratu BK yang Pukul KO 2 Polisi di Pos Mutiara Itu Petinju?, Ini Penjelasan Kodam

Oknum TNI yang Berkelahi dengan Polisi Dibilang Petinju, Begini Penjelasan Kodam Pattimiura AMBON,KAMPIUN.CO.ID-Sejumlah foto dan video Pratu BK, oknum TNI...

Berita Terkait