BPJS Kesehatan Tindaklanjuti Instruksi Gubernur Soal Pelayanan

Baca Juga

AMBON,KAMPIUN.CO.ID -Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Ambon menggelaar rapat bersama Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku dan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota se-Maluku di Ambon, Jumat (4/6/2021).

Rapat tersebut digelar BPJS Kesehatan dan Dinas Kesehatan sebagai tindaklanjut dari instruksi Gubernur Maluku Murad Ismail kepada tenaga medis untuk memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas tanpa harus mempersulit warga dalam masalah administrasi.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku, Meikyal Pontoh mengatakan pertemuan tersebut dilakukan untuk merespons permintaan gubernur Maluku, Murad Ismail.

“Seperti yang diinstruksi Gubernur kepada jajaran Kesehatan khususnya yang ada di Rumah Sakit dan di Puskesmas agar mempermudah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat dan tidak mengutamakan urusan administrasi yang akhirnya mengesampingkan keselamatan pasien,” kata Pontoh.

Pontoh menjelaskan pada pertemuan tersebut dilaksanakan monitoring evaluasi kepada pelayanan kesehatan, yang melakukan MoU dengan BPJS Kesehatan.”Salah satu penilaian dalam MoU tersebut terkait pelayanan Kesehatan yang berkualitas,” katanya.

Menurutnya, BPJS berhak menilai fasilitas kesehatan, baik milik swasta maupun milik pemerintah.

Baca Juga :   Insiden Peledakan Bom Di Gereja Katedral Makassar, Gubernur Maluku Sampaikan Duka Mendalam

“Jika milik pemerintah maka dibutuhkan sinergitas, karena ada beberapa hal yang perlu diperbaiki misalnya ketersediaan dokter, maupun fasilitas dan perlatan. Hal ini yang ditekankan BPJS sehingga dapat memenuhi hasil penilaian mereka sehingga masyarakat bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas,” ujar Pontoh.

Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Ambon, Heppy Serta Rumondang Pakpahan menjelaskan pihaknya mengundang seluruh Kepala Dinas Kesehatan se-Provinsi Maluku bersama dengan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku.

Hadir juga perwakilan BPJS Kesehatan Kabupaten dan Kota se Provinsi Maluku, terkait dengan Pelayanan Kesehatan Primer, maupun rujukan.

“Untuk pelayanan primer berfokus pada pelayanan kesehatan di Puskesmas maupun Klinik Pratama milik TNI/Polri maupun Rumah Sakit. Diharapkan ada sinergitas antara BPJS Kesehatan dengan Dinas Kesehatan melalui pelayanan di Puskesmas dan di Rumah Sakit, dalam rangka memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat semakin baik,” kata Pakpahan.

Baca Juga :   Lepas 42 Atlet ke PON Papua, Ini Pesan Gubernur Maluku

Pakpahan juga menjelaskan tentang indikator yang dinilai, salah satunya angka kontak.

“Di masa pandemi kami berusaha mengurangi kontak fisik. Puskesmas saat ini bisa melayani masyarakat melalui kontak tidak langsung salah satunya melalui aplikasi mobile JKN, media Whatsapp maupun Telegram.,” jelasnya.

Masyarakat tambah Pakpahan, bisa berkonsultasi dengan dokter di Puskesmas melalui sarana telekomunikasi saat ini.

Selanjutnya untuk pelayanan prolanis, kata Pakpahan, diharapkan kegiatan Puskesmas berupa PPM bisa bersinergi dengan pelayanan penderita DM dan Hipertensi.

Khusus untuk pelayanan kesehatan di Puskesmas, Pakpahan berharap indikator berupa tenaga kesehatan seperti ketersediaan dokter umum, dokter gigi dan bidan bisa terpenuhi sehingga pelayanan dasar untuk masyarakat khususnya peserta BPJS Kesehatan semakin baik di Puskesmas maupun Klinik Pratama.

Baca Juga :   Hari Jadi Provinsi Maluku, Gubernur Minta Pemuda Jaga Idealisme

Selain itu, untuk pelayanan Rumah Sakit, ia berharap monitoring claims bisa semakin baik.

Pakpahan berharap, kegiatan Pertemuan Monitoring dan Evaluasi yang digelar saat ini dapat terjalin koordinasi dan komunikasi yang baik antara BPJS Kesehatan, Dinas Kesehatan se-Provinsi Maluku dan juga dengan Dinas Kesehatan Provinsi Maluku. (HPM)

Berita Terkini

Guru SD di Buru Selatan Perkosa Cewek ABG, Setelah Pergoki Korban Lagi Begituan Sama Pacarnya

AMBON,KAMPIUN.CO.ID-LOS, seorang oknum guru sekolah dasar (SD) di Kecamatan Waesama, Kabupaten Buru Selatan, Maluku dilaporkan ke polisi karena diduga...

Berita Terkait