Bentak, Usir dan Paksa Jurnalis Hapus Hasil Liputan, Kelakuan RR Sungguh Terlalu

Baca Juga

AMBON,KAMPIUN.CO.ID-Aksi intimidasi terhadap wartawan menimpa seorang jurnalis Tribunambon.com saat sedang meliput di Kantor DPRD Maluku, Jumat (4/6/2021).

Dalam aksi itu, Ketua Komisi III DPRD Provinsi Maluku, Richard Rahakbauw memaksa jurnalis TribunAmbon.com, Mesya Marasabessy menghapus rekaman video saat rapat terbuka di ruang komisi III DPRD berlangsung.

Tindakan pemaksaan tersebut terjadi di tengah rapat pengawasan APBD/APBN tahun anggaran 2020 di lima Kabupaten/ Kota bersama 12 mitra komisinya.

RR sapaan akrab Richard Rahakbauw yang saat itu bertindak selaku pimpinan rapat dengan suara keras membentak jurnalis perempuan itu agar segera menghapus rekaman dari smart phone miliknya.

“Siapa yang video? Hapus, hapus sekarang,” teriak RR dalam rapat, Jumat.

Anggota DPRD dari Fraksi Golkar itu kemudian memerintahkan staf DPRD untuk memeriksa handphone serta menghapus rekaman tersebut.

“Hei, periksa Hp-nya apakah dia sudah hapus atau belum, cepat periksa,” serunya.

Lantas, seorang staf yang berada di dalam ruangan rapat langsung mendatangi Mesya hendak menghapus rekaman video itu.

Baca Juga :   Sidang Paripurna Penyampaian LPJ APBD Maluku Tengah Berlangsung Ricuh, Wakil Ketua DPRD Diserang hingga Ketakutan

Menurut Mesya karena merasa terintimidasi ia kemudian menghapus rekaman
video berisi pemaparan kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Maluku, Muhammad Marasabessy dihadapan wakil rakyat itu.

“Saya dibentak, lalu diminta menghapus video hasil liputan saya,” kata Mesya kepada Kampiun.co.id, Jumat.

Mesya mengaku saat itu, ia dan sejumlah wartawan lainnya juga diusir dari dalam ruangan dan dilarang meliput.

“Kita juga diusir dari dalam ruangan dan dilarang meliput, ini menyedihkan sekali,” ujarnya.

Mesya mengaku tidak mengetahui alasan dibalik sikap ketua komisi III membentaknya dan meminta video hasil lipiutannya dihapus. Pasalnya, rapat digelar terbuka dan para jurnalis diizinkan masuk.

Namun dijelaskan, sebelum dibentak, salah seorang Anggota Komisi III, Ayu Hasanusi sempat memanggil dan menanyakan perihal asal media.

Baca Juga :   Penemuan Jasad Perempuan Terlilit Tali di Pantai Lesane Gegerkan Warga

Setelah itu, Hasanusi langsung memberi intrupsi kepada Rahakbauw selaku pimpinan rapat untuk tidak meliput rapat yang telah berjalan tersebut.

Menurut Mesya setelah rapat usai, Richard kemudian mendatanginya dan meminta maaf atas kejadian tersebut.

“Iya, dia (Richard) meminta maaf setelah rapat,” ujarnya. (KPL)

Berita Terkini

Pratu BK yang Pukul KO 2 Polisi di Pos Mutiara Itu Petinju?, Ini Penjelasan Kodam

Oknum TNI yang Berkelahi dengan Polisi Dibilang Petinju, Begini Penjelasan Kodam Pattimiura AMBON,KAMPIUN.CO.ID-Sejumlah foto dan video Pratu BK, oknum TNI...

Berita Terkait